Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menterinya untuk menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Ia juga mengingatkan agar jajarannya untuk fokus melakukan langkah-langkah terobosan dalam hal mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penyumbang defisit terbesar.
Jokowi juga meminta jajaran menterinya untuk mengawal program pemerintah dalam energi baru terbarukan seperti percampuran 20 persen biodisel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar atau B20.
"Dalam menekan defisit saya mengingatkan nanti agar para menteri berkonsentrasi pada langkah-langkah terobosan dalam mengurangi angka impor kita baik impor BBM yang menjadi penyumbang defisit terbesar oleh sebab itu pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus kita tingkatkan," ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas Penguatan Neraca Perdagangan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memerintahkan jajarannya untuk fokus pada peningkatan ekspor.
Peningkatan ekspor diantaranya penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial, peningkatan ekspor pada pasar-pasar non tradisional seperti di Afrika, Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan IndoPasifik.
"Kemarin sudah perintahkan pak Mendag untuk secara khusus menugaskan wamen di bu Menlu juga secara khusus menugaskan wamen agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang menjadi tujuan ekspor kita segera bisa kita selesaikan. Yang kedua juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar non tradisional yang selama ini belum kita perhatikan, terutama di Afrika, Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik," tutur dia.
Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar ada peningkatan pembenahan promosi pameran-pameran ke luar negeri.
"Ini juga bolak balik saya sampaikan baik promosi produk ekspor maupun promosi pariwisata dan investasi agar betul-betul kuat membangun sebuah brand image yang baik dan terintegrasi sehingga betul-betul pameran yang kita lakukan bisa mendatangkan manfaat," kata Jokowi.
"Sekali lagi kalau mau pameran yang gede sekalian saya ingatkan kalau dulu pameran hanya menghabiskan anggaran pameran di sebuah ekspo besar tetapi stand kita ada di dekat toilet jangan diulang lagi lebih baik distop, jangan lagi pameran kalau yang ada seperti itu," sambungnya.