Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Edan! Harga BBM di Lebak Banten Rp 16.500 Per Liter

Iwan Supriyatna

Senin, 13 Januari 2020 | 12:17 WIB
Edan! Harga BBM di Lebak Banten Rp 16.500 Per Liter
Ilustrasi SPBU. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Longsor yang terjadi di Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak Provinsi Banten membuat harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Misalnya saja, untuk harga Pertalite, penjual membandrolnya dengan harga Rp 16.500 per liter.

"Kami terpaksa jual dengan harga Rp 16.500 karena akses ke desa ini terputus akibat tanah longsor sehingga pasokan minyak sulit didapatkan," kata salah seorang pemilik pertamini di Desa Lebaksitu Ajat (33) Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan sebelum bencana alam melanda daerah itu, harga jual BBM jenis pertalite hanya Rp 10 ribu per liter. Namun, kenaikan signifikan terjadi pada Jumat (3/1).

BBM jenis pertalite tersebut dipesan Ajat menggunakan jasa ojek ke salah seorang agen di Desa Lebakgedong dengan harga beli Rp 11.000 per liter. Minyak tersebut diantarkan hingga titik terakhir jalan utama menuju Desa Lebaksitu yang terputus.

Dari titik itu, Ajat kembali harus mengeluarkan ongkos atau jasa tukang pikul sebesar Rp 65 ribu per jeriken isi 35 liter. BBM tersebut diangkut oleh warga setempat dengan berjalan kaki sekitar dua hingga tiga kilometer ke warungnya.

Pascatanah longsor tersebut, ia mampu menjual hingga 50 liter BBM jenis pertalite. Penjualan itu naik 15 liter dari situasi normal biasanya. Tingginya permintaan dikarenakan warga setempat saat ini mengandalkan pertalite sebagai bahan bakar mesin genset.

"Sejak hari pertama kejadian aliran listrik sudah terputus sehingga warga sekitar menggunakan mesin genset untuk penerangan," katanya.

Selain BBM jenis pertalite, harga jual elpiji tiga kilogram di Desa Lebaksitu juga mengalami kenaikan signifikan yakni mencapai Rp 70 ribu dari Rp 25 ribu harga biasanya.

"Kebetulan saya tidak jual elpiji, tapi kalau beli di warung harganya Rp 70 ribu per tabung," ujarnya.

Sementara itu kepala desa setempat Tubagus Imron mengatakan pascatanah longsor dan banjir bandang berbagai harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan.

"Harga otomatis naik. Hal itu dikarenakan akses ke desa ini terputus sehingga ada biaya lebih yang harus dikeluarkan pedagang setempat," kata dia.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera membantu menangani bencana di daerah itu terutama akses jalan utama yang masih terputus akibat tanah longsor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran-AS Bergejolak, Menteri ESDM Minta Masyarakat Tak Boros BBM

Iran-AS Bergejolak, Menteri ESDM Minta Masyarakat Tak Boros BBM

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2020 | 12:08 WIB

Harga BBM Non Subsidi Turun, Tapi Pertalite di Kepri Naik

Harga BBM Non Subsidi Turun, Tapi Pertalite di Kepri Naik

Bisnis | Rabu, 08 Januari 2020 | 12:49 WIB

Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi Hingga Rp 650 Per Liter

Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi Hingga Rp 650 Per Liter

Bisnis | Senin, 06 Januari 2020 | 10:10 WIB

Terkini

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:23 WIB

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB