Pupuk Subsidi Langka, Nonsubsidi Mahal, Petani Terpaksa Pakai Urin Kelinci

Iwan Supriyatna

Rabu, 22 Januari 2020 | 15:14 WIB
Pupuk Subsidi Langka, Nonsubsidi Mahal, Petani Terpaksa Pakai Urin Kelinci
Sejumlah petani menanam bibit padi pada musim penghujan di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (22/1/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

Suara.com - Kelangkaan pupuk subsidi juga dirasakan oleh para petani di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sudiman petani Desa Pegalongan bahkan menyebut dirinya pernah kesulitan mendapatkan pupuk subsidi pada Desember 2019 lalu karena kosongnya stok pupuk subsidi di penjual.

"Kemarin waktu Bulan Desember sempat kosong stoknya," kata Sudiman kepada Suara.com, Rabu (22/1/2020).

Kelangkaan pupuk tersebut cukup membuatnya pusing meski ketersediaan pupuk baru tersedia belum lama ini.

"Saya biasa pakai pupuk urea atau TSP. Harganya Rp 95 ribu," tutur Sudiman.

Ketersediaan pupuk sangat penting bagi Sudiman, terlebih selama ini menyewa lahan milik desa dengan sistem sewa massa satu kali panen. Lahan yang di sewa senilai Rp 400 ribu per 50 ubin.

"Sekarang sedang massa tanam, paling setengah bulan lagi baru dipupuk," ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Kusnaeni mengatakan, saat para petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, maka para petani mau tidak mau membeli pupuk nonsubsidi yang harganya lebih mahal.

"Kalau pas tidak ada, petani kadang karena kebutuhan mendesak ya beli yang pupuk nonsubsidi. Itupun partai kecil," kata Kusnaeni.

baca juga

Untuk mensiasati kelangkaan pupuk subsidi dan mahalnya pupuk nonsubsidi, dirinya memiliki strategi sendiri. Ia membuat pupuk organik sebagai antisipasi kekosongan pupuk.

"Pertama koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan distributor, sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok di tiap-tiap kelompok. Kalau saya pribadi pakai pupuk organik urin kelinci," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Widarso mengklaim stok pupuk subsidi masih tercukupi untuk satu tahun ke depan.

"Stok aman, alokasi per kecamatan sudah, distribusi sudah dilaksanakan oleh distributor lewat pengecer. Untuk ketersediaannya sejumlah 12 ribu ton pupuk urea. Kita perkirakan bisa mencukupi hingga akhir tahun 2020," jelasnya.

Kontributor : Anang Firmansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelangkaan Pupuk Bikin Petani Menjerit, Pemerintah Malah Saling Tuding

Kelangkaan Pupuk Bikin Petani Menjerit, Pemerintah Malah Saling Tuding

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 13:13 WIB

Pupuk Subsidi Langka, Petani Bojonegoro Teriak Pupuk NonSubsidi Makin Mahal

Pupuk Subsidi Langka, Petani Bojonegoro Teriak Pupuk NonSubsidi Makin Mahal

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2020 | 15:31 WIB

Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi

Pupuk Bersubsidi Makin Langka, Petani Dicekik Harga Pupuk Non Subsidi

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2020 | 11:04 WIB

Terkini

UU Reforma Agraria Disahkan, 13 Aturan soal Konflik hingga Batas Kepemilikan Tanah Disiapkan

UU Reforma Agraria Disahkan, 13 Aturan soal Konflik hingga Batas Kepemilikan Tanah Disiapkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:54 WIB

Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Rumah di Jepang

Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Rumah di Jepang

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:53 WIB

Sisi Lain Anne of Green Gables: Benarkah Dunia Anne Tak Ramah Perempuan?

Sisi Lain Anne of Green Gables: Benarkah Dunia Anne Tak Ramah Perempuan?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:50 WIB

Kebiasaan Menyalakan Mesin Mobil saat Parkir Ternyata Bikin Rusak Komponen

Kebiasaan Menyalakan Mesin Mobil saat Parkir Ternyata Bikin Rusak Komponen

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 12:50 WIB

Kenapa HP Cepat Panas Saat Video Call? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa HP Cepat Panas Saat Video Call? Begini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:49 WIB

Harga Tiket Ed Sheeran Anjlok Setelah Macklemore Dikeluarkan dari Tur

Harga Tiket Ed Sheeran Anjlok Setelah Macklemore Dikeluarkan dari Tur

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:49 WIB

Sinergi Bersama Pemprov Sumsel, Kilang Plaju Salurkan 10 Ribu Bibit Patin Dukung GSMP

Sinergi Bersama Pemprov Sumsel, Kilang Plaju Salurkan 10 Ribu Bibit Patin Dukung GSMP

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 12:46 WIB

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

BP BUMN Apresiasi Bulog Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:45 WIB

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Taylor Swift Raih Penghargaan Sutradara Musik Pertama Sepanjang Sejarah MTV VMA

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:38 WIB

×