Wamen BUMN Buka-bukaan Sumber Dana Pengembalian Uang Nasabah Jiwasraya

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Wamen BUMN Buka-bukaan Sumber Dana Pengembalian Uang Nasabah Jiwasraya
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo dan Menteri BUMN Erick Thohir usai menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investas Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Namun Wamen BUMN masih harus berkordinasi terlebih dahulu dengan panitia kerja (Panja) DPR agar bisa menggunakan dana hasil holding tersebut.

Suara.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmojo menjelaskan sumber dana pengembalian uang nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Salah satunya, dengan menggunakan dana dari hasil penggabungan atau holding asuransi BUMN Asuransi.

Menurutnya, holding asuransi akan terbentuk pada Februari ini. Nantinya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan menjadi induk yang membawahi PT Jamkrindo (Persero), PT Askrindo (Persero), PT Jasindo (Persero) dan PT Jasa Raharja (Persero).

"Nanti kita di situ akan gunakan Bahana sebagai vehicle untuk transformasi asuransi secara keseluruhan. Pelan-pelan nanti akan kita gunakan untuk sebagian penyelamatan pemegang Polis Jiwasraya juga," ujar Kartika saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Namun begitu, pria yang akrab disapa Tiko ini harus berkordinasi terlebih dahulu dengan panitia kerja (Panja) DPR agar bisa menggunakan dana hasil holding tersebut.

"Tergantung, karena saya harus dapat payung politik dari panja. Yang bisa saya sampaikan, holding asuransi ini bukan hanya sekedar untuk Jiwasraya. Kalau Jiwasraya sudah transformasi yang kita rencanakan," jelas Tiko.

Di sisi lain, Tiko menambahkan, adanya holding asuransi bukan hanya untuk penyelamatan Jiwasraya saja. Tetapi, bisa memperkuat dan transformasi bisnis asuransi dari sisi keuangan.

"Harapan kami BUMN bidang asuransi punya holding yang memperkuat transformasi dari sisi yang paling utama dari keuangan, manajemen risiko, pengelolaan investasi dan pengelolaan dari produk-produk. Dan aktuarialnya supaya ke depan enggak terulang lagi produk seperti JS Saving plan, investasi ke saham gorengan, itu akan dipantau dan ada kebijakan baru dari holding," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS