Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kunjungan Turis China ke Indonesia Turun Tajam, Moeldoko: Tak Perlu Cemas

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 13 Februari 2020 | 15:47 WIB
Kunjungan Turis China ke Indonesia Turun Tajam, Moeldoko: Tak Perlu Cemas
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Gara-gara wabah virus corona (Covid-19) pemerintah menghentikan penerbangan langsung maupun transit dari dan ke China. Akibat kebijakan ini industri pariwisata tanah air kena batunya karena adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan asal China.

Menanggapi hal ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta para pelaku industri pariwisata tanah air untuk tak cemas dengan mewabahnya virus corona.

"Sektor-sektor wisata juga terganggu tapi kita tidak perlu cemas karena ada wisatawan (dalam negeri) yang tadinya mau mengunjungi ke China sekarang bergeser ke Bali atau bergeser ke Manado," kata Moeldoko di Kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Moeldoko, imbas negatif virus corona mesti disikapi dengan bijak.

"Jadi ada tren baru juga tadinya kita sangat khawatir pertumbuhan pariwisata sangat menyusut ternyata ada sisi lain yang mengalihakan pariwisata," tambah Moeldoko.

Apalagi saat ini kata Moeldoko sejumlah maskapai penerbangan memberikan diskon tiket pesawat yang cukup menarik bagi pelancong yang ingin melakukan kunjungan wisata ke sejumlah daerah di tanah air, sehingga kebijakan ini cukup memberikan angin segar bagi industri pariwisata.

"Kemudian harga tiket yang lebih murah atau diskon dan beberapa hal lain yang menarik," katanya.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan, sejak mewabahnya virus corona setidaknya ada 40 ribu pesanan kamar hotel di Bali dibatalkan oleh para pelancong.

"Dampak dari mewabahnya virus corona menyebabkan 40 ribu pesanan kamar hotel di Bali dibatalkan," kata Maulana.

Maulana menuturkan, dampak dari penyebaran virus ini sangat memukul industri pariwisata tanah air, pasalnya hampir sebagian besar para tamu wisatawan yang datang berasal dari China, sementara ini penerbangan dari dan ke China untuk sementara dihentikan oleh pemerintah Indonesia.

"Dampaknya sudah sangat besar sekali, apalagi saat ini kontribusi wisatawan asal China yang datang ke Indonesia khususnya Bali dan Manado hampir 2 juta wisatawan," katanya.

Imbas yang tak bisa terelakkan kata Maulana ujung-ujungnya adalah pendapatan sejumlah operator hotel, menurut dia sejak ada wabah ini okupansi hotel menurun 30 sampai 40 persen.

"Peristiwa ini tentunya juga akan mempengaruhi operator hotel, pendapatan turun karena sektor pariwisata ini menampung banyak tenaga kerja," katanya.

Selain wisata atau leisure, business trip juga akan terkena imbasnya. Adapun daerah yang berdampak adalah Jakarta.

"Wisatawan asal China yang akan berbisnis atau bekerja di Jakarta juga akan berkurang karena tertutupnya akses," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Kena Corona, Pria di India Gantung Diri Padahal Sakit Saluran Kemih

Dikira Kena Corona, Pria di India Gantung Diri Padahal Sakit Saluran Kemih

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 15:43 WIB

Tak Peduli Corona, Pemerintah Impor 103.000 Ton Bawang Putih dari China

Tak Peduli Corona, Pemerintah Impor 103.000 Ton Bawang Putih dari China

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 14:52 WIB

Viral Video Paramedis Jatuhkan Pasien Terduga Virus Corona dari Tandu

Viral Video Paramedis Jatuhkan Pasien Terduga Virus Corona dari Tandu

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:57 WIB

Terkini

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB