Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Google Gelontorkan Rp 13,6 Miliar untuk 22 Ribu Guru di Indonesia

Iwan Supriyatna

Selasa, 18 Februari 2020 | 11:36 WIB
Google Gelontorkan Rp 13,6 Miliar untuk 22 Ribu Guru di Indonesia
Ilustrasi Google. (Shutterstock)

Suara.com - Google.org mendonasikan Rp 13,6 miliar kepada inisiatif Gerakan Pandai organisasi edukasi non profit Bebras Indonesia untuk membantu pelatihan keahlian berpikir komputasional bagi 22 ribu guru di 22 kota kecil dan besar.

"Menyiapkan Indonesia menghadapi masa depan perekonomian global yang digital adalah langkah yang penting bagi negara dan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak," kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf pada acara Peluncuran Grow with Google di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Grow with Google merupakan program yang ditujukan untuk membantu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia seiring dengan perkembangan digital.

"Ini membutuhkan kemitraan yang lebih luas dan mendalam antara pemerintah dan kalangan industri, bisnis besar dan wiraswasta serta para pendidik dan organisasi non profit dengan menjadikan edukasi dan keterampilan sebagai titik pusat dari visi bersama masa depan Indonesia," katanya.

Selain memberikan bantuan dana bagi pelatihan guru, Google.org juga membantu Gerakan Pandai yang akan dijalankan selama dua tahun itu memanfaatkan materi daring (online) dan di luar jaringan (offline) untuk membantu dua juta murid belajar cara berpikir secara kritis dan memecahkan masalah-masalah sulit agar mereka tidak hanya bisa menghafal.

Google.org berupaya membangun kemampuan para pendidik sebagai salah satu prioritas, yaitu dengan membantu organisasi-organisasi non profit seperti Bebras Indonesia dalam membuat perubahan sistematis jangka panjang untuk mengatasi kekurangan tenaga terampil digital.

Menurut studi baru dari AlphaBeta, jika pemerintah, kalangan bisnis dan masyarakat mampu bekerja sama meningkatkan kualitas edukasi dan keterampilan digital, pada 2030 keterampilan digital bisa menyumbangkan Rp 4,4 triliun atau 16 persen dari proyeksi produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sebagai acuan, saat ini keterampilan digital telah menyumbangkan Rp 908 triliun bagi perekonomian Indonesia, yaitu enam persen dari PDB.

"Selain membantu upaya untuk mengatasi kekurangan Indonesia di bidang mata pelajaran dasar seperti matematika dan ilmu pasti, kami senang bisa membantu organisasi non profit seperti Bebras, yang berkomitmen untuk membekali para guru dan murid dengan keahlian di bidang analisis kritis dan pemecahan masalah, yaitu keahlian berpikir komputasional yang akan memampukan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi," katanya.

baca juga

Ketua Bebras Indonesia Inggriani Liem sependapat dengan hal itu. Ia mengatakan selain menekankan pentingnya memiliki keterampilan teknologi, kemampuan berpikir komputasional juga diperlukan anak sejak dini agar dapat menjadi pencipta produk-produk digital atau ilmuwan yang mumpuni di bidang komputasi.

"Gerakan Pandai yang akan melibatkan 40 Perguruan Tinggi Biro Bebras Indonesia, 22 ribu guru dan dua juta siswa ini merupakan gerakan yang menjadikan guru berbagai bidang pelajaran sebagai guru penggerak yang akan mengajarkan mata pelajaran dengan berbudaya digital. Gerakan ini adalah titik awal bagi anak-anak Indonesia untuk menjadi SDM unggul yang akan membawa Indonesia maju di dunia digital," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ringan dan Bisa Dimainkan Lewat GoJek, Google Rilis GameSnacks

Ringan dan Bisa Dimainkan Lewat GoJek, Google Rilis GameSnacks

Tekno | Selasa, 18 Februari 2020 | 11:15 WIB

Fitur Baru Google Maps Tunjukkan Batas Politik dari Sisi Lokasi Geografis

Fitur Baru Google Maps Tunjukkan Batas Politik dari Sisi Lokasi Geografis

Tekno | Senin, 17 Februari 2020 | 13:00 WIB

Selamatkan dari Miliaran Aplikasi Berbahaya, Simpan Fitur Google Ini

Selamatkan dari Miliaran Aplikasi Berbahaya, Simpan Fitur Google Ini

Tekno | Senin, 17 Februari 2020 | 12:27 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×