Edhy Prabowo Ungkap Alasan Terus Anjloknya Harga Garam Petani

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 07 Maret 2020 | 06:58 WIB
Edhy Prabowo Ungkap Alasan Terus Anjloknya Harga Garam Petani
Petani Garam. [Beritajatim.com]

Suara.com - Petani garam lokal tengah dirundung pilu karena harga garam yang mereka produksi terus turun. Saat ini harga garam lokal Rp 200 sampai Rp 300/Kg di sejumlah daerah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui bahwa dirinya bersama dengan stakeholder lainnya sedang mencari jalan keluar yang terbaik, agar nilai jual garam lokal bisa naik.

"Ini harus dicari jalan keluar, penyerapan garam yang tadinya 1,1 (juta ton) sudah diputuskan 1,5 oleh pelaku usaha kepada masyarakat industri garam lokal. Ini yang kita jaga, ini memang harus ada jalan keluar," kata Edhy saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2020) kemarin.

Edhy menyebut, biang keladi terus anjloknya harga garam lokal disebabkan oleh tingginya biaya distribusi, sehingga para pelaku usaha enggan menyerap garam langsung dari petani dan lebih memilih garam impor karena langsung datang ke pabrik.

"Harga garam yang jatuh ini juga kan akibatnya karena tingginya harga angkut karena jalannya nggak ada, ini harus dicari jalan keluar," katanya.

Tak hanya soal mahal biaya distribusi saja, Edhy juga menyebut kualitas garam lokal belum bisa memenuhi permintaan standar para pelaku usaha, sehingga mengurangi penyerapan garam lokal.

"Kami juga sudah membuat bagaimana kualitas garam kita itu meningkat dengan pola biomembran. Lalu ada masukan lain, biomembran kan ada plastiknya, oke kita cari jalan lain, termasuk pengadaan-pengadaan gudang bagi masyarakat tambak garam kita," kata Politisi Partai Gerindra ini.

Saat ini kata dia, total ada 27 ribu hektar tambak garam nasional, namun sayangnya hampir sebagian besar kualitas tambak garam lokal tersebut tidak memenuhi permintaan standar pelaku usaha, sehingga lebih memilih garam impor yang lebih berstandar.

"Tambak garam kita ini jumlah total semuanya itu kan 27 ribu hektar, kita baru melakukan biomembran sebanyak 7 ribu dan ini terus kita dorong. Harga memang selalu jadi pertanyaan dan ini terus kita komunikasikan," ucapnya.

baca juga

"Alhamdulillah komunikasi kami dengan menko perekonomian, menperin, kita perlu satu suara. Keperluan garam rakyat perlu kami jaga tapi perindustrian yang butuh standarisasi yang lebih dari garam akan kita prioritaskan juga," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Garam Berbau Kemenyan di Lokasi Tes SKD CPNS Pemda DIY

Ada Garam Berbau Kemenyan di Lokasi Tes SKD CPNS Pemda DIY

Jogja | Minggu, 09 Februari 2020 | 13:15 WIB

Ngadu ke Susi, Petani Garam Sindir Menteri Baru: Impor Boleh Asal Sopan

Ngadu ke Susi, Petani Garam Sindir Menteri Baru: Impor Boleh Asal Sopan

News | Minggu, 19 Januari 2020 | 13:19 WIB

Pink Himalayan Salt, Benarkah Lebih Baik dari Garam Biasa?

Pink Himalayan Salt, Benarkah Lebih Baik dari Garam Biasa?

Health | Minggu, 19 Januari 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×