Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Edhy Prabowo Ungkap Alasan Terus Anjloknya Harga Garam Petani

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 07 Maret 2020 | 06:58 WIB
Edhy Prabowo Ungkap Alasan Terus Anjloknya Harga Garam Petani
Petani Garam. [Beritajatim.com]

Suara.com - Petani garam lokal tengah dirundung pilu karena harga garam yang mereka produksi terus turun. Saat ini harga garam lokal Rp 200 sampai Rp 300/Kg di sejumlah daerah.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui bahwa dirinya bersama dengan stakeholder lainnya sedang mencari jalan keluar yang terbaik, agar nilai jual garam lokal bisa naik.

"Ini harus dicari jalan keluar, penyerapan garam yang tadinya 1,1 (juta ton) sudah diputuskan 1,5 oleh pelaku usaha kepada masyarakat industri garam lokal. Ini yang kita jaga, ini memang harus ada jalan keluar," kata Edhy saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2020) kemarin.

Edhy menyebut, biang keladi terus anjloknya harga garam lokal disebabkan oleh tingginya biaya distribusi, sehingga para pelaku usaha enggan menyerap garam langsung dari petani dan lebih memilih garam impor karena langsung datang ke pabrik.

"Harga garam yang jatuh ini juga kan akibatnya karena tingginya harga angkut karena jalannya nggak ada, ini harus dicari jalan keluar," katanya.

Tak hanya soal mahal biaya distribusi saja, Edhy juga menyebut kualitas garam lokal belum bisa memenuhi permintaan standar para pelaku usaha, sehingga mengurangi penyerapan garam lokal.

"Kami juga sudah membuat bagaimana kualitas garam kita itu meningkat dengan pola biomembran. Lalu ada masukan lain, biomembran kan ada plastiknya, oke kita cari jalan lain, termasuk pengadaan-pengadaan gudang bagi masyarakat tambak garam kita," kata Politisi Partai Gerindra ini.

Saat ini kata dia, total ada 27 ribu hektar tambak garam nasional, namun sayangnya hampir sebagian besar kualitas tambak garam lokal tersebut tidak memenuhi permintaan standar pelaku usaha, sehingga lebih memilih garam impor yang lebih berstandar.

"Tambak garam kita ini jumlah total semuanya itu kan 27 ribu hektar, kita baru melakukan biomembran sebanyak 7 ribu dan ini terus kita dorong. Harga memang selalu jadi pertanyaan dan ini terus kita komunikasikan," ucapnya.

baca juga

"Alhamdulillah komunikasi kami dengan menko perekonomian, menperin, kita perlu satu suara. Keperluan garam rakyat perlu kami jaga tapi perindustrian yang butuh standarisasi yang lebih dari garam akan kita prioritaskan juga," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Garam Berbau Kemenyan di Lokasi Tes SKD CPNS Pemda DIY

Ada Garam Berbau Kemenyan di Lokasi Tes SKD CPNS Pemda DIY

Jogja | Minggu, 09 Februari 2020 | 13:15 WIB

Ngadu ke Susi, Petani Garam Sindir Menteri Baru: Impor Boleh Asal Sopan

Ngadu ke Susi, Petani Garam Sindir Menteri Baru: Impor Boleh Asal Sopan

News | Minggu, 19 Januari 2020 | 13:19 WIB

Pink Himalayan Salt, Benarkah Lebih Baik dari Garam Biasa?

Pink Himalayan Salt, Benarkah Lebih Baik dari Garam Biasa?

Health | Minggu, 19 Januari 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×