Walau Pandemi Covid-19, Panen Raya Terjadi di Sejumlah Kawasan di Sumsel

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 11:56 WIB
Walau Pandemi Covid-19, Panen Raya Terjadi di Sejumlah Kawasan di Sumsel
Ilustrasi panen raya. (Dok : Kementan)

Suara.com - Saat pandemi Covid-19, panen padi terus berlanjut di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satunya di Desa Tri Mulya Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang sedang panen di areal sawah seluas 40 hektare.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur, Sutris mengatakan, petani tetap melakukan panen padi di tengah situasi wabah Corona. Tentunya tetap melaksanakan protokol kesehatan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi ini.

“Panen lebih mudah dan cepat dilakukan, karena menggunakan alat mesin pertanian, yaitu combine harvester. Dengan menggunakan combine ini, panen bisa lebih cepat dan juga dapat menekan kehilangan hasil," ujar Sutris.

Panen dilakukan di sawah seluas 40 hektare, dari total luas tanam 490 hektare. Sekitar 60 persen areal di desa ini sudah selesai panen, dengan rata-rata produktivitas per hektare berkisar 4,2-5,5 ton, dan varietas yang banyak ditanam petani adalah Inpari 32, Mekongga dan lokal.

"Untuk Kecamatan Lalan, total luas pertanaman padi lebih kurang 24.500 hektare, dan yang telah panen seluas 15.000 hektare,” jelasnya

Pelaksanaan panen berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Hal ini juga diakui oleh Yulismanto, Petugas POPT-PHP Kecamatan Lalan. Seluruh petugas lapangan, baik penyuluh maupun POPT bahu-membahu membantu petani mengamankan produksi pangan dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

“Kami siap melakukan monitoring langsung untuk melakukan pengamatan dan melaksanakan gerakan pengendalian jika diperlukan, dan akhirnya petani dapat menikmati hasil panennya seperti yang kita lihat hari ini,” katanya.

Hal tersebut senada dengan ucapan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL). Meski petani tetap harus waspada, panen harus terus dilakukan demi mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

"Kalau perut rakyat bersoal, maka tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Oleh karena itu, masalah pertanian tidak boleh diam, tidak boleh lengah sedikitpun untuk menghadirkan upaya-upaya maksimal untuk mencapai harapan itu, sebab salah satu hal yang penting dalam pertanian menjamin kebutuhan pangan rakyat Indonesia sebanyak 267 juta orang," tegas Mentan.

Ia menambahkan, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Petani yang menggunakan alsintan, usaha taninya lebih efektif dan efisien.

"Kalau dulu, petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per hektare, sehingga penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien," tuturnya.

Alsintan tersebut, kalau dikelola dengan baik bukan hanya mendorong indeks pertanaman (IP) petani dari yang semula 2 kali per tahun menjadi 3 kali per tahun, tapi juga meningkatkan produktivitas tanaman.

Dalam 5 tahun terakhir, Kementan juga gencar memberikan bantuan alsintan melalui Brigade Alsintan dengan sistem pinjam kepada kelompok tani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Din Syamsuddin: Perppu Corona Jokowi Membahayakan Bangsa dan Negara

Din Syamsuddin: Perppu Corona Jokowi Membahayakan Bangsa dan Negara

News | Jum'at, 17 April 2020 | 11:54 WIB

Terus Melonjak, Hari Ini Masuk 129 Pasien Baru di RSD Wisma Atlet

Terus Melonjak, Hari Ini Masuk 129 Pasien Baru di RSD Wisma Atlet

News | Jum'at, 17 April 2020 | 11:45 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, Petani Ogan Komering Ilir Panen Raya

Di Tengah Pandemi Covid-19, Petani Ogan Komering Ilir Panen Raya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2020 | 11:44 WIB

Ratusan Diisolasi, Wali Kota Jakpus Datangi Mahasiswa STT Bethel di Asrama

Ratusan Diisolasi, Wali Kota Jakpus Datangi Mahasiswa STT Bethel di Asrama

News | Jum'at, 17 April 2020 | 11:38 WIB

Nekat Mudik, Satpam Positif Corona Malah Main Voli Bareng Tetangga

Nekat Mudik, Satpam Positif Corona Malah Main Voli Bareng Tetangga

Jawa Tengah | Jum'at, 17 April 2020 | 11:33 WIB

10 Penyakit Kronis yang Bahayakan Pasien Covid-19, Asma Tak Termasuk!

10 Penyakit Kronis yang Bahayakan Pasien Covid-19, Asma Tak Termasuk!

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 11:45 WIB

Terkini

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:52 WIB

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:49 WIB

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:37 WIB

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:28 WIB

Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?

Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:26 WIB

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:12 WIB