Koneksi Internet di Daerah Minim, Program Kartu Prakerja Bisa Efektif?

Iwan Supriyatna
Koneksi Internet di Daerah Minim, Program Kartu Prakerja Bisa Efektif?
Ilustrasi Kartu Prakerja. (Antaranews.com)

Koneksi Internet yang kurang di daerah dan belum meratanya literasi teknologi menjadi tantangan bagi program Kartu Prakerja.

Suara.com - Koneksi Internet yang kurang di daerah dan belum meratanya literasi teknologi menjadi tantangan bagi program Kartu Prakerja.

"Faktanya koneksi Internet di daerah-daerah masih kurang bahkan tidak ada sama sekali alias blind spot" ujar Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira ditulis Selasa (5/5/2020).

Selain itu Bhima juga menambahkan, bahwa literasi teknologi seperti terbiasa mengakses Internet atau menggunakan smartphone, belum merata ke semua lapisan masyarakat.

Pengamat ekonomi tersebut mencontohkan terdapat beberapa korban PHK yang usianya sudah di atas 40 sampai dengan 50 tahun, sehingga untuk mengikuti Kartu Prakerja yang online harus meminjam smartphone milik anaknya atau keponakannya dan minta diajarkan oleh mereka cara mengakses secara online

"Dengan demikian ini menjadi tantangan bagi program Kartu Prakerja," kata Bhima.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa akibat koneksi Internet yang masih mengalami keterbatasan di daerah dan literasi teknologi yang belum merata ke semua masyarakat, menjadikan pelatihan Kartu Prakerja hanya cenderung diakses oleh para buruh di wilayah perkotaan besar dan sulit diakses masyarakat di daerah-daerah.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta para pekerja yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi COVID-19 dijadikan prioritas untuk memperoleh Kartu Prakerja.

Presiden juga meminta agar para pekerja migran baik yang ada di luar negeri maupun yang sudah kembali ke Tanah Air tetap dilindungi.

Pemerintah telah membuka pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama pada 11-16 April 2020. Tercatat sebanyak 5.965.048 pengguna yang melakukan pendaftaran program Kartu Prakerja tahap I dengan 4,428 juta pendaftar terverifikasi melalui email dan yang sesuai dengan kriteria sebanyak 2,07 juta peserta.

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan sebanyak 168.111 peserta untuk mengikuti pelatihan. Target seluruh penerima manfaat Kartu Prakerja adalah 5,6 juta orang pekerja. Mereka yang berhasil mendapatkan Kartu Prakerja akan mendapat insentif total sebesar Rp 3,55 juta. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS