Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Pengusaha Kembangkan Wisata Berkelanjutan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 05 Mei 2020 | 19:59 WIB
Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Pengusaha Kembangkan Wisata Berkelanjutan
Ilustrasi wsiata Indonesia. (Dok : Kemenparekraf)

Suara.com - Pariwisata berkelanjutan akan menjadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata, setelah pandemi Covid-19 selesai. Ditutupnya destinasi wisata akibat wabah harus menjadi momentum bagi para pengelola destinasi di Tanah Air untuk dapat mengevaluasi dan menata ulang tempat wisatanya, sehingga menghadirkan kesan yang lebih baik untuk wisatawan termasuk mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan.

"Hal-hal seperti ini akan menjadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Frans Teguh, dalam “Ngabuburit Pariwisata Nasional”, dengan tema "Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca Covid-19", Jakarta, Senin (4/5/2020).

“Ngabuburit Pariwisata Nasional”, dengan tema "Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca Covid-19", Jakarta, Senin (4/5/2020). (Dok : Kemenparekraf)
“Ngabuburit Pariwisata Nasional”, dengan tema "Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca Covid-19", Jakarta, Senin (4/5/2020). (Dok : Kemenparekraf)

Setelah pandemi berlalu akan hadir kondisi “new normal” atau tren baru dalam berwisata, yang mana wisatawan akan lebih memperhatikan protokol-protokol wisata, terutama yang terkait dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, sustainable and responsible tourism, authentic digital ecosystem, dan lainnya.

Acara tersebut dihadiori Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, anggota Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC), M. Baiquni, Ketua Umum DPP GIPI, Didien Djunaedy, dan Waketum GIPI yang juga anggota ISTC, David Makes.

Frans menjelaskan, dalam penerapan pariwisata berkelanjutan terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council. Indonesia juga secara aktif berkoordinasi dengan UNWTO hingga terbentuknya ISTC.

Bahkan pemerintah juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan melalui Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Kemenparekraf pun telah memiliki framework dan action plan, hingga sertifikasi yang bekerja sama dengan universitas. Usaha-usaha tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sustainable tourism destination di berbagai daerah Tanah Air.

"Sudah banyak sebenarnya penggiat pariwisata, pelaku desa wisata, serta komunitas yang telah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam perkembangan ekonomi maupun pengembangan secara umum," tambahnya.

Namun menurutnya, untuk menerapkannya lebih luas dibutuhkan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata.

baca juga

"Kerja pariwisata berkelanjutan bukan hanya kerja sektoral, tapi harus menyeluruh baik masyarakat, pemerintah, akademisi dan lainnya, atau yang biasa kita sebut pentahelix. Berbagai disiplin ilmu harus bekerja bersama-sama dan memperbaiki pendekatan-pendekatan kita untuk tidak hanya meningkatkan daya saing tapi juga daya keberlanjutan dari kegiatan kepariwisataan," kata dia.

Untuk itu, Frans menegaskan, saat ini jadi momentum yang baik untuk menyiapkan destinasi pariwisata ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Bayi Pakai Face Shield, Apa Kata Dokter?

Marak Bayi Pakai Face Shield, Apa Kata Dokter?

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:35 WIB

Jumlah Kasus Baru COVID-19 Turun, Hong Kong Longgarkan Pembatasan Sosial

Jumlah Kasus Baru COVID-19 Turun, Hong Kong Longgarkan Pembatasan Sosial

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:30 WIB

Covid-19 Ada di Prancis Sejak Desember 2019, Pasien Tak Pernah ke China

Covid-19 Ada di Prancis Sejak Desember 2019, Pasien Tak Pernah ke China

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:17 WIB

Cerita Petugas Pengambil Swab RSUD Wates, Dibuat Tak Bisa Tidur Semalaman

Cerita Petugas Pengambil Swab RSUD Wates, Dibuat Tak Bisa Tidur Semalaman

Jogja | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:16 WIB

Catat! Tanda Kecemasan karena Pandemi Sudah Serius dan Butuh Bantuan Klinis

Catat! Tanda Kecemasan karena Pandemi Sudah Serius dan Butuh Bantuan Klinis

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:40 WIB

Memilukan, Jutaan Anak Kelaparan Akibat Pandemi Covid-19

Memilukan, Jutaan Anak Kelaparan Akibat Pandemi Covid-19

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 19:13 WIB

Terkini

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

×