Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Merosot Terkena Aksi Ambil Untung

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2020 | 08:11 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Merosot Terkena Aksi Ambil Untung
Ilustrasi harga minyak dunia turun. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia merosot pada Kamis kemarin karena kekhawatiran pasokan dan permintaan global sehingga menghapus kenaikan sebelumnya yang terlihat dari peningkatan harga jual minyak mentah resmi Arab Saudi.

Mengutip Reuters Jumat (8/5/2020) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 26 sen, atau 0,9 persen, menjadi 29,46 dolar AS per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, kehilangan 44 sen, atau 1,8 persen, menjadi 23,55 dolar AS per barel.

Di awal sesi, Brent melesat lebih dari 5 persen dan WTI melambung lebih dari 10 persen. Untuk pekan ini, Brent masih naik sekitar 11 persen dan WTI menguat sekitar 18 persen.

Kedua tolok ukur itu meningkat tajam pekan ini karena sejumlah negara mulai melonggarkan penguncian terkait virus corona dan permintaan bahan bakar mencatat rebound moderat. Produksi minyak di seluruh dunia juga menyusut untuk mengurangi kelebihan pasokan.

"Kita terus berada di pasar yang bergejolak dan penurunan harga kali ini tidak mengejutkan saya. Saya pikir ada beberapa aksi ambil untung," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, New York.

"(Berita harga) Saudi memberikan dukungan di awal sesi, tetapi kita masih memiliki hambatan signifikan dalam hal ekonomi, permintaan dan penyimpanan," tambah Kilduff.

Persediaan minyak mentah AS di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma naik sekitar 407.000 barel dalam sepekan hingga 5 Mei, kata para pedagang mengutip data Genscape.

Klaim pengangguran AS, di sisi lain, terus meningkat, meski pada kecepatan yang lebih lambat dengan 3,2 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir hingga 2 Mei. Angka terbaru itu menjadikan total klaim sekitar 33 juta sejak 21 Maret.

Analis Rystad Energy memproyeksikan permintaan minyak global akan merosot 10,9 persen pada 2020 menjadi 88,7 juta barel per hari (bph) dari sekitar 99,5 juta bph pada 2019.

Pekan lalu, konsultan energi itu memperkirakan permintaan tahun depan rata-rata 88,8 juta barel per hari.

Harga minyak jauh lebih tinggi pada awal sesi menyusul laporan dari Arab Saudi tentang harga minyak mentah serta data impor dan ekspor di China.

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk Juni setelah memotong ekspor Mei ke level terendah dalam hampir satu dekade menyusul kesepakatan produsen global untuk mengurangi output guna menopang harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Rebound, Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok 4 Persen

Sempat Rebound, Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok 4 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2020 | 07:45 WIB

Lockdown Diperlonggar, Harga Minyak Mentah Dunia Merangkak Naik

Lockdown Diperlonggar, Harga Minyak Mentah Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2020 | 07:32 WIB

Lockdown Diperlonggar, Harga Minyak Mentah Terkerek Naik

Lockdown Diperlonggar, Harga Minyak Mentah Terkerek Naik

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2020 | 07:43 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB