Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Diterjang Corona, Luhut Klaim Ekonomi RI Tetap Terbaik Nomor 3 di Asia

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 10 Mei 2020 | 15:58 WIB
Diterjang Corona, Luhut Klaim Ekonomi RI Tetap Terbaik Nomor 3 di Asia
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim ekonomi Indonesia tetap yang terbaik nomor 3 di Asia. Hal itu di katakan Luhut meski Idonesia tengah menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.

Luhut berani bilang seperti itu setelah mendapat laporan dari lembaga internasional soal prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia saat pandemi virus corona terjadi.

"Indonesia masih dikategorikan di tiga ekonomi Asia yang masih tumbuh, yaitu Indonesia 0,5 persen, kemudian India 1 koma sekian persen, kemudian Cina 2 persen atau berapa. Jadi sebenarnya kita masih dalam posisi yang cukup baik," kata Luhut saat saat diwawancarai Radio Republik Indonesia (RRI), Minggu (10/5/2020).

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2020 yang hanya tumbuh 2,97 persen merupakan pertumbuhan yang jauh dari perkiraan. Pasalnya BI meramal pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut bisa mencapai 4,4 persen.

"Untuk pertumbuhan ekonomi triwulan 1 2020 yang sebesar 2,97 persen ini jauh dari perkiraan atau jauh dari konsensus BI," kata Perry dalam konferensi pers via video teleconference di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Perry mengungapkan disituasi yang penuh ketidakpastian saat ini melakukan prediksi sangat sulit.

"Bahwa saat ini untuk membuat berbagai prediksi tidaklah mudah karena semuanya diliputi oleh ketidakpastian jadi kalau kita membuat perkiraan enggak berbagai model ini tentu banyak asumsi-asumsi dan sebagainya," katanya.

Meski tumbuh di luar prediksi BI, Perry mengatakan angka 2,97 persen bukan merupakan angka yang jelek, dirinya tetap bersyukur ekonomi Indonesia masih tetap bisa tumbuh di situasi yang sulit.

"Bandingkan dengan negara lain, Tiongkok misalkan pada triwulan IV ekonominya tumbuh 6 persen tapi triwulan I ini tumbuh negatif jadi 6,8 persen, Amerika Serikat juga pertumbuhannya melambat begitu juga dengan Singapura," kata dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan Indonesia sepanjang triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen, pertumbuhan ini jelas jauh melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,07 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 ini tumbuh 2,97 persen," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konfrensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Rendahnya angka pertumbuhan ini disebabkan karena mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang mengganggu aktivitas ekonomi global.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen," katanya.

Kecuk menjelaskan hampir seluruh negara di dunia yang merupakan partner utama ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, seperti halnya Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura hingga Korea Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Positif Corona RI 10 Mei Tembus 14 Ribu, Jadi 14.032 Orang

Pasien Positif Corona RI 10 Mei Tembus 14 Ribu, Jadi 14.032 Orang

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:49 WIB

Lebih Optimis, Luhut Sebut Ekonomi RI Kuartal II Bisa Tumbuh 1-2 Persen

Lebih Optimis, Luhut Sebut Ekonomi RI Kuartal II Bisa Tumbuh 1-2 Persen

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:39 WIB

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 10 Mei 2020

LIVE STREAMING: Update Covid-19 Minggu, 10 Mei 2020

Video | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:32 WIB

Studi Terbaru: Tanpa Vaksin, Pandemi Covid-19 akan Bertahan Hingga 2022

Studi Terbaru: Tanpa Vaksin, Pandemi Covid-19 akan Bertahan Hingga 2022

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:05 WIB

Virus Corona Jenis Baru Ditemukan di Jawa Timur

Virus Corona Jenis Baru Ditemukan di Jawa Timur

Jatim | Minggu, 10 Mei 2020 | 14:33 WIB

Terkini

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB