Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Corona Buat Harga Emas Meroket, Jual Apa Tahan Nih?

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:52 WIB
Corona Buat Harga Emas Meroket, Jual Apa Tahan Nih?
Poster bincang online Suara.com bersama Galeri 24 (Suara.com)

Suara.com - Harga logam mulia atau emas terus menembus rekor tertinggi saat pandemi Virus Corona atau Covid-19. Di Indonesia saja,harga emas patokan Antam per Jumat (22/5/2020),  untuk satu gram dibandrol di Rp 916.000.

Lantas dengan situasi yang serba sulit akibat pandemi virus corona, apakah dengan menjual emas merupakan sesuatu hal yang menguntungkan?

Kepala Divisi Bisnis PT Pegadaian Galeri 24 Luh Putu Andarini punya pendapat lain. Menurutnya, kebutuhan setiap orang berbeda di saat pandemi seperti saat ini, ada yang membutuhkan ada pula yang tidak terlalu membutuhkan uang cash.

"Kita lihat likuiditas dulu, kalau semisal ketat yah lebih baik menjual, tapi semisal tidak terlalu ketat yang lebih ditahan atau pun jika terpaksa di gadai saja," kata Luh saat Bincang Online Kilau Investasi Emas yang diselenggarakan Suara.com, Jumat (22/5/2020).

"Saya sangat ketat (likuiditas), sehingga saya butuh menjual emas saya, maka apa boleh buat. Tapi sebenarnya kalau memang masih bisa ditahan di Pegadaian bisa gadai sehingga teman-teman tidak perlu sampai menjual emasnya itu kan," tambah Luh.

Memang diakuinya, saat harga emas meroket tinggi, biasanya masyarakat gatal untuk segera ingin menjualnya, karena ingin mengejar margin keuntungan saat berinvestasi emas.

"Jujur saja dengan kenaikan harga emas dini yang sangat tinggi sehingga harga jual kembalinya itu juga sangat menarik, itu kadang-kadang memang memiliki keinginan untuk segera menjual," kata dia.

Dia menambahkan, saat terjadi kenaikan harga emas seperti saat ini, menabung emas adalah pilihan yang bijak. Hal ini dikarenakan menabung dalam bentuk emas merupakan investasi yang paling menguntungkan dan bersifat likuid atau mudah dicairkan.

"Apakah ini (menjual) memang menjadi sebuah kebutuhan likuiditas, apabila memang tidak karena kan itu harga emas akan naik terus jika memang tidak apakah kami bisa beli dengan berat yang sama dikemudian hari," katanya.

"Tapi saran saya sebaiknya ditahan atau digadaikan saja emasnya. Selama masih ada jalan keluar yang sebaiknya jangan dijual dulu tapi memang jika benar-benar sudah sangat urgen, mungkin baru bisa dijual," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Corona, Investasi Emas Menguntungkan Tidak?

Pandemi Corona, Investasi Emas Menguntungkan Tidak?

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:24 WIB

LIVE STREAMING: Investasi Emas, Solusi Anti Krisis saat Pandemi Covid-19

LIVE STREAMING: Investasi Emas, Solusi Anti Krisis saat Pandemi Covid-19

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:02 WIB

Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi

Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 21:46 WIB

Arkadia Digital Media Kado Suara.com Logo Baru dan Lahirkan Iklandisini.com

Arkadia Digital Media Kado Suara.com Logo Baru dan Lahirkan Iklandisini.com

Jogja | Kamis, 12 Maret 2020 | 11:33 WIB

Arkadia Digital Media Luncurkan Iklandisini.com dan Logo Baru Suara.com

Arkadia Digital Media Luncurkan Iklandisini.com dan Logo Baru Suara.com

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB