Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 0 Persen, Menko Airlangga Buka Suara

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 10 Juni 2020 | 08:30 WIB
Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 0 Persen, Menko Airlangga Buka Suara
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi sejumlah prediksi lembaga keuangan dunia yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh 0 persen.

Prediksi ini tentu jauh dari harapan pemerintah yang menginginkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini bisa mencapai 2,3 persen di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Beberapa forecast Indonesia diperkirkan akhir tahun ini masuk angka 0-0,5 persen tapi pemerintah tetap dorong 0,5 sampai 2,3 persen," kata Airlangga dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (9/6/2020) malam.

Diakui Ketua Umum Partai Golkar ini, pandemi virus corona memang meruntuhkan hampir semua kegiatan ekonomi. Akibatnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang negatif.

"Diperkirkan di kuartal II kita mungkin masuk negatif tapi kita harus jaga agar kuartal III dan IV segera bisa restart (memulai) kembali kegiatan ekonomi, karena kalau semakin tentu recovery nya akan semakin sulit," paparnya.

Sebelumnya, Ekonom Senior sekaligus Tim Asistensi Menteri Perekonomian Raden Pardede mengatakan, ekonomi Indonesia sudah mulai terlihat bergerak kembali setelah pemerintah menerapkan kebijakan new normal.

Pardede mengatakan dengan penerapan new normal diharapkan pelan-pelan ekonomi Indonesia mulai bisa bergerak kembali.

"Perkiraan pola pemulihan ekonomi di bulan Maret drop, bulan April juga masih turun, di bulan Mei mulai off dan di bulan Juni mulai exit," kata Pardede dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Menurut dia pemulihan ekonomi akan terus terjadi jika pemerintah menjalankan kehidupan normal baru tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, sembari menunggu penemuan obat penawar Covid-19.

"Ini akan terus berlangsung pemulihan ini sampai dengan vaksin ditemukan tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan kita sudah mendapatkan vaksin dan tersebar ke seluruh masyarakat," katanya.

Dirinya pun optimistis bahwa vaksin corona akan segara ditemukan dalam waktu dekat ini, karena semakin cepat akan semakin baik.

"Tahun depan ketika vaksin ditemukan ini akan pulih sebagian tapi belum kembali pada posisi (sebelum covid-19). Mungkin butuh waktu setengah tahun sampai 1 tahun lagi, 2022 atau 2023 baru kembali kepada (keadaan) pre covid-19," harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Butuh 340 Juta Vaksin untuk Sembuhkan Semua Pasien Corona

Indonesia Butuh 340 Juta Vaksin untuk Sembuhkan Semua Pasien Corona

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2020 | 07:45 WIB

Presiden Jokowi Minta Program Pemulihan Ekonomi Segera Dieksekusi

Presiden Jokowi Minta Program Pemulihan Ekonomi Segera Dieksekusi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 10:55 WIB

Negara Tekor Ratusan Triliun Gara-gara Pandemi Covid-19

Negara Tekor Ratusan Triliun Gara-gara Pandemi Covid-19

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 20:20 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB