Sri Mulyani Curhat Sulitnya Buat RAPBN 2021 ke DPR

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2020 | 12:43 WIB
Sri Mulyani Curhat Sulitnya Buat RAPBN 2021 ke DPR
Menteri Keuangan Sri Mulyani. [Antara/Nova Wahyudi]

Suara.com - Komisi XI DPR RI kembali menggelar rapat kerja secara langsung bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Manoarfa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santosa dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

Rapat kali ini mengagendakan asumsi dasar dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun anggaran 2021, guna menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Dalam rapat tersebut Sri Mulyani mengatakan, penyusunan APBN 2021 memiliki tantangan yang sangat luar biasa di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

"Dengan kondisi covid dan seluruh pengaruhnya ke perekonomian kami mencoba untuk menyampaikan proyeksi dari indikator-indikator ekonomi yang akan kita gunakan dalam notes keuangan RAPBN 2021," kata Sri Mulyani dalam rapat tersebut, Senin (22/6/2020).

Sri Mulyani mencontohkan untuk tahun ini saja APBN 2020 sudah mengalami revisi perubahan beberapa kali akibat dinamika pengaruh wabah corona, seperti halnya target pertumbuhan ekonomi yang dipangkas hingga 1,3 persen.

"Untuk 2020 pemerintah melihat proyeksi ekonomi adalah pada kisaran -0,4 hingga 1 persen. Ini karena tadi upper end nya 2,3 persen kita revisi ke bawah dengan melihat kontraksi yang terjadi di kuartal II," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Meski mengalami perubahan, Sri Mulyani meyakini pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi bisa balik arah atau rebound menuju 4,5 hingga 5,5 persen.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi pada rentang tersebut diasumsikan masih ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan internasional yang berangsur pulih, setelah pukul terberat akibat Covid-19 mulai mereda dan tidak terjadi second wave penyebaran covid-19.

"Ini kemudian bisa diharapkan menimbulkan confident bagi kita untuk bisa melihat proyeksi tahun 2021 dimana kami memperkirakan pertumbuhannya ada dikisaran 4,5-5,5 persen," kata Sri Mulyani.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Alami Perlemahan

Dampak Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Alami Perlemahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2020 | 20:56 WIB

Bank Dunia Puji RI, Fadli Zon: Karena Sesuai Harapan Mereka, Bukan Rakyat

Bank Dunia Puji RI, Fadli Zon: Karena Sesuai Harapan Mereka, Bukan Rakyat

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 15:38 WIB

Sri Mulyani Akan Tetap Jalankan Core Tax System, Apa Itu?

Sri Mulyani Akan Tetap Jalankan Core Tax System, Apa Itu?

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2020 | 14:08 WIB

Terkini

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×