Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

M Nurhadi

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
Kiai Ashari menyuruh para korba untuk menelan spermanya. [Instagram]
baca 10 detik
  • Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, diduga melakukan eksploitasi finansial dan kekerasan seksual terhadap santrinya.
  • Pelaku memanfaatkan doktrin kesaktian dan klaim keturunan Nabi untuk memanipulasi pengikut agar menyerahkan harta serta melakukan tindakan asusila.
  • Kemenag Jawa Tengah resmi mencabut izin operasional pesantren pada Mei 2026 setelah kasus tersebut terungkap sejak September 2024.

Suara.com - Kasus dugaan asusila dan kekerasan seksual yang menjerat AS atau Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuka kotak pandora yang jauh lebih dalam.

Di balik citra dermawan karena menggratiskan biaya pendidikan bagi para santrinya, tersimpan dugaan praktik eksploitasi finansial yang sistematis terhadap para pengikut setianya.

Pada Sabtu (9/5/2026), ratusan massa mengepung lokasi pesantren di Pati tersebut, menuntut keadilan bagi puluhan korban dan hukuman maksimal bagi sang kiai.

Namun, sebuah pertanyaan besar menyeruak ke permukaan: dari mana sumber dana operasional pondok ini jika santrinya tidak sepenuhnya dipungut biaya?

Pondok Dibangun di Atas Penderitaan Santri

Kesaksian mengejutkan datang dari seorang mantan pengikut berinisial S, yang mengaku telah mengabdi kepada Ashari selama satu dekade lebih, terhitung sejak 2008 hingga 2018. Ia menggambarkan pengabdiannya bukan sebagai santri, melainkan sebagai "budak" finansial.

S mengungkapkan bahwa salah satu mesin uang pesantren berasal dari kiriman orang tua santri yang didapat melalui kebohongan.

"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis A. Tahun 2008 saya disuruh berbohong kepada orang tua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman itu bisa masuk ke sini," tuturnya, dikutip dari NU Online Jateng.

Tak berhenti di situ, Ashari diduga memoroti harta benda para pengikutnya hingga habis tak bersisa. Modus yang digunakan meliputi paksaan menjual aset pribadi, seperti tanah, hingga menggadaikan sertifikat rumah milik pengikut demi membiayai ambisi finansial dan operasional sang pengasuh.

baca juga

Lantas, mengapa para pengikut begitu patuh menyerahkan harta bendanya?

Berdasarkan penuturan para korban, Ashari membangun otoritasnya lewat doktrin sebagai sosok Khariqul Adah—seseorang yang memiliki kemampuan di luar nalar manusia biasa.

Ia kerap memamerkan "kesaktian" berupa tebakan waktu kematian seseorang hingga jenis kelamin bayi yang masih dalam kandungan dengan presisi tinggi. Keajaiban-keajaiban yang kebetulan terjadi ini membuat jamaah memberikan kepercayaan buta dan menganggapnya sebagai seorang wali.

Kepercayaan ini kemudian diselewengkan menjadi pintu masuk tindakan asusila. Dengan klaim sebagai keturunan Nabi, Ashari mencuci otak para pengikutnya bahwa segala isi dunia, termasuk istri-istri pengikutnya, adalah "halal" baginya.

"Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan Nabi. Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal. Hampir semua santriwati mengalami hal serupa," beber S.

Menanggapi skandal yang telah memuncak ini, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kanwil Kemenag Jawa Tengah mengambil langkah drastis pada Mei 2026. Izin operasional Pondok Pesantren Ndholo Kusumo resmi dicabut secara permanen.

Beberapa poin krusial dalam keputusan penutupan ini antara lain:

  • Penghentian Permanen: Seluruh kegiatan pesantren dihentikan menyusul penetapan tersangka terhadap AS atas kasus kekerasan seksual.
  • Perlindungan Santri: Ratusan santri yang terdampak kini dialihkan ke lembaga pendidikan lain untuk menjamin keberlanjutan studi mereka.
  • Pemisahan Yayasan: Kemenag menegaskan bahwa sementara kegiatan pondok ditutup, sekolah formal di bawah yayasan tersebut masih tetap berjalan namun di bawah pengawasan ketat.

Kasus yang mulai terendus sejak laporan korban pada September 2024 ini kini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tetap kritis dalam memilih lembaga pendidikan agama.

Klaim "gratis" dan "kesaktian" ternyata menjadi selubung bagi praktik eksploitasi dan kekerasan yang menghancurkan masa depan puluhan generasi muda di Pati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:45 WIB

Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman

Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:35 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027

Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:15 WIB

Pemanfaatan GPS Tracker dan Telematika Dorong Efisiensi Pengelolaan Armada Perusahaan

Pemanfaatan GPS Tracker dan Telematika Dorong Efisiensi Pengelolaan Armada Perusahaan

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:13 WIB

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:11 WIB

Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan

Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:10 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG hingga TPPU!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG hingga TPPU!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:09 WIB

Perjalanan Djamin Ginting Jadi Film Biopik, Hadir di Bioskop 1 Oktober 2026

Perjalanan Djamin Ginting Jadi Film Biopik, Hadir di Bioskop 1 Oktober 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 15:06 WIB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

×