Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

PUPR Dorong Pemanfaatan Teknologi Pra Cetak Untuk Rusun

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 29 Juni 2020 | 15:39 WIB
PUPR Dorong Pemanfaatan Teknologi Pra Cetak Untuk Rusun
Teknologi pra cetak untuk pembangunan rumah susun (Rusun). (Dok : PUPR).

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan mendorong pemanfaatan teknologi pra cetak untuk pembangunan rumah susun (Rusun). 

“Penggunaan beton pra cetak akan memp[ercepat pembangunan rumah susun di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat menghadiri Presentasi Teknologi Pra Cetak dalam Pembangunan Rusun oleh PT Wika di Kementerian PUPR, Jakarta, beerapa waktu lalu.

Adanya teknologi pra cetak diharapakan selain mempermudah proses pembangunan juga mempersingkat waktu pembangunan hunian vertikal.
 
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Plt. Direktur Rumah Susun Maryoko Hadi, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Bisma Staniarto, Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Pengendalian Satuan Kerja Pengembangan Perumahan, PPK Rumah SUsun Bertingkat Tinggi Satker Pengembangan Perumahan , perwakilan PT Wika, PT Wika Beton, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan dan PT Bina Karya.

Khalawi menambahkan, proses dan waktu pembangunan Rusun dengan memanfaatkan teknologi beton pra cetak akan lebih cepat dibanding dengan pembangunan dengan cara konvensional. Dengan demikian diharapkan ke depan pelaksanaan pembangunan Rusun di Indonesia ke depan bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan.

“Pemanfaatan teknologi pracetak modular dilakukan di Rumah Susun Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jatinangor, Bandung. 

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, Program Sejuta Rumah yang akan dilaksanakan pemerintah pada tahun-tahun mendatang juga akan diarahkan pada pembangunan hunian vertikal di sejumlah provinsi di Indonesia. Apalagi lahan perumahan yang semakin terbatas mau tidak mau juga akan membuat Pemda untuk mendorong masyarakatnya tinggal di Rusun.

Sistem pracetak ini, imbuhnya, juga sudah lulus uji coba dari Puskim Balitbang Kementerian PUPR. Teknologi pracetak ini memiliki keunggulan mutu, keunggulan kecepatan, lebih kedap suara, lebih kedap terhadap panas. 

“Ditjen Perumahan mempunyai Program Sejuta Rumah di kota-kota besar di Indonesia yang berbentuk tower Rusun. Jadi dengan teknologi pra cetak ini kami bisa mempercepat proses pembangunannya,” harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PUPR : Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Pariwista akan Dijadikan Homestay

PUPR : Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Pariwista akan Dijadikan Homestay

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 15:35 WIB

2021, PUPR Ajukan Anggaran Infrastruktur Sebesar Rp 115,58 Triliun

2021, PUPR Ajukan Anggaran Infrastruktur Sebesar Rp 115,58 Triliun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 15:27 WIB

Dua Ribu Rumah di Bengkulu Dapat Bantuan Program Bedah Rumah

Dua Ribu Rumah di Bengkulu Dapat Bantuan Program Bedah Rumah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:07 WIB

Sederhanakan Program, PUPR Ajukan Rp 115,58 Triliun untuk Infrastruktur

Sederhanakan Program, PUPR Ajukan Rp 115,58 Triliun untuk Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2020 | 10:16 WIB

Selama 5 Tahun Belakangan, Masyarakat Papua Terima  21.915 Rumah dari PUPR

Selama 5 Tahun Belakangan, Masyarakat Papua Terima 21.915 Rumah dari PUPR

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2020 | 11:31 WIB

WFH di Kementerian PUPR: Selangkah Lebih Cepat Menuju Smart ASN 2024

WFH di Kementerian PUPR: Selangkah Lebih Cepat Menuju Smart ASN 2024

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:18 WIB

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT

Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:58 WIB

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:54 WIB

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan

Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:37 WIB

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:14 WIB

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:46 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:28 WIB