Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 22 April 2026 | 16:54 WIB
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya
Rupiah masih tertekan dolar AS. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.180 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 22 April 2026.
  • Pelemahan terjadi akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta minimnya sentimen positif dari hasil rapat Bank Indonesia.
  • Analis memprediksi rupiah berpotensi terus tertekan dalam rentang Rp17.125 hingga Rp17.250 karena kurangnya data ekonomi signifikan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu,(22/4/2026).

Mata uang Garuda tercatat melemah tipis akibat kombinasi tekanan sentimen global dan minimnya katalis positif dari dalam negeri. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Rp17.180 per dolar AS

Penutupan ini lebih lemah 0,22 persen dari perdagangan Selasa (21/4/2026) di level Rp17.134 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah sepanjang sesi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang kurang menguntungkan.

Di kancah global, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi beban utama yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.

"Rupiah sepanjang sesi tertekan terhadap dolar AS, baik oleh faktor eksternal dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, hingga faktor domestik," ujar Lukman Leong saat dihubungi Suara.com.

Dari sisi internal, pasar memberikan respons dingin terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terbaru.

Meskipun BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, langkah tersebut dinilai tidak memberikan kejutan atau dukungan tambahan yang kuat bagi otot rupiah.

Investor menyayangkan sikap Bank Indonesia yang dinilai hanya mengulangi retorika kebijakan yang sama tanpa adanya terobosan baru untuk menahan laju pelemahan nilai tukar.

baca juga

"Ada kekecewaan investor terhadap hasil RDG BI yang tidak memberikan 'surprise' dukungan pada rupiah. BI mempertahankan suku bunga dan hanya mengulangi retorika yang sama," tambah Lukman.

Lukman memprediksi, rupiah masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan.Hingga saat ini, belum ada rilis data ekonomi penting, baik dari instansi dalam negeri maupun mancanegara, yang mampu mengubah arah pergerakan pasar secara signifikan. 

Kondisi minim sentimen ini diprediksi akan membuat rupiah terus bergerak di zona merah dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental saat ini.

"Tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri hari ini. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah dalam rentang Rp17.125 hingga Rp17.250 per dolar AS," tutupnya.

Sementara itu, kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah ada di level Rp17.179. Sedangkan mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif.

Di mana, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,38 persen. Selanjutnya, peso Filipina yang ditutup tertekan 0,31 persen dan dolar Taiwan yang juga sudah ditutup turun 0,12 persen.

Lalu ada ringgit Malaysia tergelincir 0,05 persen.Berikutnya, dolar Hong Kong yang terlihat melemah tipis 0,02 persen pada sore ini.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]
Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,36 persen. Kemudian ada baht Thailand yang terkerek 0,24 persen dan dolar Singapura terangkat 0,15 persen. 

Disusul, yen Jepang yang menanjak 0,09 persen. Lalu ada yuan China yang terlihat menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.

Sebagai informasi, pelemahan rupiah belakangan ini kerap dipicu oleh indeks dolar AS (DXY) yang perkasa akibat data inflasi AS yang masih di atas target.

Di sisi lain, Bank Indonesia terus berupaya melakukan intervensi di pasar valas melalui skema Triple Intervention guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:41 WIB

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:14 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×