Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menkes Terawan Dorong Industri Alkes Dalam Negeri Berdikari

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 17:09 WIB
Menkes Terawan Dorong Industri Alkes Dalam Negeri Berdikari
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meyakini industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri bisa bersaing dengan produk dari luar negeri. Apalagi, saat ini kebutuhan alkes di dalam negeri meningkat cukup pesat akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Hal tersebut dibuktikannya, saat mengunjungi pabrik alat kesehatan Nuritek Indonesia di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, Terawan meyakinkan kesiapan pabrik tersebut, dan juga termasuk ketaatan penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja dalam era adaptasi kebiasaan baru di saat pandemi Covid-19 dan upaya percepatan kemandirian alkes produksi dalam negeri.

"Kami hanya ingin memastikan bahwa, industri pabrik alkes di Cianjur benar-benar taat dalam melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan kerja di era adaptasi kebiasaan baru saat pandemi Covid-19 melanda," kata Terawan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut, Terawan menilai alkes yang diproduksi oleh Nuritek Indonesia dari ranjang rumah sakit, meja operasi elektrik, ginecolog elektric, trolley makan dan lampu periksa semua semua berkelas dan sudah ada teknologi inovasi yang tidak kalah dengan alkes dari luar negeri.

"Ini menunjukan Industri alkes dalam negeri banyak kemajuan, saya akan mendorong untuk kemajuan Ekonomi Indonesia dan kemandirian terutama di masa Pandemi Covid-19 ini di sektor industri alkes harus berdikari sehingga rumah sakit yang ada di Indonesia, milik pemerintah maupun swasta harus menggunakan alkes dalam Negeri," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah fokus mewujudkan industri farmasi dan alat kesehatan agar bisa menjadi sektor yang mandiri di dalam negeri. Artinya, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat domestik sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

Saat ini, kemampuan industri farmasi di Indonesia saat ini ditopang oleh 220 perusahaan. Sebanyak 90 persen dari perusahaan farmasi tersebut fokus di sektor hilir dalam memproduksi obat-obatan.

Untuk mengurangi impor bahan baku sekaligus menciptakan kemandirian di sektor farmasi, dibutuhkan kerja sama yang erat dengan kementerian dan lembaga lain dalam menghasilkan regulasi dan kebijakan yang dapat menghadirkan ekosistem industri yang kondusif.

Sementara itu, Pemilik Nuritek Indonesia Ahmad Syarifudin merasa senang pabriknya dikunjungi Menteri Kesehatan.

"Beliau mau datang ketempat kami yang berada dikampung, tadi saya lihat Pak Menkes mau masuk ke gang-gang kecil untuk menuju pabrik kami ke pabrik kami yang satu nya lagi, beliau memilih jalan kaki, ini sebuah apresiasi bagi kami," katanya.

Syarifuddin yang mendapat kunjungan dari Menteri Kesehatan, mengaku termotivasi untuk dapat berkarya leboh baik lagi bagi negeri sebagai salah satu produsen alat kesehatan dalam negeri.

"Semoga dengan adanya apresiasi dan dukungan dari Kementerian Kesehatan Indonesia, dapat menjadikan hasil produk dari anak bangsa mendapatkan karpet merah di negerinya sendiri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Desak Terawan Transparan Buka Data Stok Ventilator di RS Covid-19

Demokrat Desak Terawan Transparan Buka Data Stok Ventilator di RS Covid-19

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:45 WIB

Ada Rumah Sakit Sengaja Bikin Pasien Positif Corona Demi Bantuan Rp 90 Juta

Ada Rumah Sakit Sengaja Bikin Pasien Positif Corona Demi Bantuan Rp 90 Juta

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:30 WIB

Menkes Terawan Beberkan Alasan Ubah Istilah ODP, PDP dan OTG

Menkes Terawan Beberkan Alasan Ubah Istilah ODP, PDP dan OTG

Video | Rabu, 15 Juli 2020 | 09:40 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB