Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ma'ruf Amin Minta Ekonomi Syariah Optimalkan Teknologi Digital

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:30 WIB
Ma'ruf Amin Minta Ekonomi Syariah Optimalkan Teknologi Digital
Wakil Presiden Maruf Amin. (Foto: Dokumentasi KIP-Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginginkan ekonomi syariah bisa berubah untuk menghadapi pandemi virus corona atau covid-19.

Salah satunya, para pelaku ekonomi syariah bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Menurut Ma'ruf Amin, pemanfaatan teknologi digital memang harus dilakukan di masa pandemi ini. Pasalnya, saat ini semua dilakukan lewat digital mulai dari bekerja, belajar, hingga berbelanja.

"Bila kita ingin bertahan dan berkelanjutan, maka pandemi Covid dengan segala dampaknya harus diikuti perubahan mendasar. Pengembangan ekonomi digital untuk dukung aktivitas ekonomi syariah. Pelaku ekonomi syariah harus terbiasa, pemanfaatan digital dan transaksi online jadi mutlak dilakukan," ucap Ma'ruf Amin dalam dalam membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 secara virtual, Jumat (7/8/2020).

Ma'ruf Amin yang juga sebagai Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengungkapkan terdapat empat hal yang difokuskan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Adapun empat hal tersebut yaitu, pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan keuangan Syariah, pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, dan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha Syariah.

"Tetapi, penguatan kelembagaan hanya merupakan satu aspek dari upaya besar mengembangkan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia. Kita masih harus bekerja lebih keras lagi agar potensi ekonomi dan keuangan Syariah dapat berkembang lebih pesat lagi," jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry menyatakan, saat ini pemerintah dan BI juga sangat konsen mengembangkan ekonomi syariah.

Apalagi, saat ini telah ada Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNKS) yang bisa mempercepat pengembangan ekonomi syariah.

"Kita semangat memberdayakan ekonomi syariah membangun mata rantai halal. Halal value chain, di pertanian, makanan, minuman, kosmetik termasuk komestika, pariwisata ramah muslim, UMKM syariah dan kemandirian ekonomi pesantren," ucap dia.

Selain itu, Perry menambahkan, pihaknya juga konsen dalam pengembangan sektor keuangan syariah, mulai dari zakat, infaq yang nantinya dikelola oleh sektor keuangan syariah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Pandemi, Bos BI: Optimis Allah Akan Beri Kemudahan

Hadapi Pandemi, Bos BI: Optimis Allah Akan Beri Kemudahan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:06 WIB

Wapres Ma'ruf Minta MUI Keluarkan Fatwa untuk Vaksin Corona

Wapres Ma'ruf Minta MUI Keluarkan Fatwa untuk Vaksin Corona

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:09 WIB

Ma'ruf: Taat Protokol Kesehatan Jadi Kunci Pemutus Rantai Penularan Covid

Ma'ruf: Taat Protokol Kesehatan Jadi Kunci Pemutus Rantai Penularan Covid

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:02 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB