Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 03 September 2020 | 12:00 WIB
Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengkritik kebijakan anggaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam APBN 2021.

Pasalnya kata Faisal dalam struktur anggaran tersebut, Jokowi lebih mementingkan penggunaan anggaran untuk membangun infrastruktur ketimbang mengatasi dampak dari pendemi virus corona atau Covid-19.

"Kalau kita lihat nih, tahun depan masih susah-susah gini (kondisi) yang naik paling kenceng adalah anggaran pembangunan infrastruktur dari Rp 281,1 triliun tahun ini, tahun depan itu Rp 414 triliun," kata Faisal dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (3/9/2020).

Faisal pun membandingkan dengan anggaran penanggulangan wabah Covid-19 yang justru turun pada tahun depan. Dari catatan dirinya anggaran kesehatan penanganan Covid-19 turun dari Rp 212,5 triliun tahun ini menjadi Rp 169 triliun pada tahun depan.

"Jadi lebih penting menyelamatkan proyek-proyek infrastruktur timbang menyelamatkan nyawa manusia dengan memvaksin kan secara gratis," kata Faisal.

"Gila, ini negara apa. Kalau di negara lain pemerintahan seperti ini sudah jatuh," tambah Faisal.

Faisal pun menambahkan di tengah kondisi yang serba sulit ini, penerimaan negara seret, ekonomi tak begitu baik tapi justru pemerintah Jokowi mengkerek naik porsi anggaran infrastruktur yang sangat tinggi.

"Ini bisnis unusual, anggaran pembangunan infrastruktur tertinggi sepanjang sejarah di tengah wabah Covid-19 luar biasa, sementara kesehatannya itu turun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap memproritaskan pembangunan infrastruktur tahun 2021. Pada tahun 2021, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menganggarkan pembangunan infrastruktur pada 2021 sebesar Rp 414 triliun.

"Pembangunan infrastruktur tahun 2021 dianggarkan sekitar Rp 414 triliun yang utamanya untuk pemulihan ekonomi, penyediaan layanan dasar, serta peningkatan konektivitas," ujar Jokowi dalam Nota Keuangan, di Gedung MPR-DPR, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, pembangungan infrastruktur akan difokuskan pada infrastruktur digital. Hal ini penting mengingat adanya pandemi Covid-19.

"Dengan demikian, belanja infrastruktur diarahkan untuk penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas," jelas dia.

Selain itu, tambah Jokowi, pembangunan infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata juga akan diarahkan ke digital.

"Kemudian, pembangunan sarana kesehatan masyarakat dan penyediaan kebutuhan dasar, seperti air, sanitasi, dan permukiman," ungkap Mantan Walikota Solo itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Menantu Jokowi, PAN Harap Ada Pembaruan dari Tokoh Muda

Dukung Menantu Jokowi, PAN Harap Ada Pembaruan dari Tokoh Muda

News | Rabu, 02 September 2020 | 22:34 WIB

Heran Banyak yang Minta Jokowi Mundur, Megawati: Enak Aja Orang-orang

Heran Banyak yang Minta Jokowi Mundur, Megawati: Enak Aja Orang-orang

News | Rabu, 02 September 2020 | 21:19 WIB

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 20:02 WIB

Terkini

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB