Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Daerah yang Bisa Turunkan Jumlah Pasien Covid-19 Bakal Dapat Dana Insentif

Reza Gunadha | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 04 September 2020 | 19:33 WIB
Daerah yang Bisa Turunkan Jumlah Pasien Covid-19 Bakal Dapat Dana Insentif
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. KBRI Paris]

Suara.com - Pemerintah menjanjikan pemberian dana insentif bagi daerah yang berhasil menurunkan atau bahkan menghentikan penyebaran virus corona covid-19.

Dana insentif itu sebagai stimulus guna menghentikan pertumbuhan jumlah pasien positif corona, yang semakin hari kian bertambah banyak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, bakal memberikan insentif lebih bagi daerah yang berhasil menurunkan dan memberhentikan penyebaran kasus covid-19.

"Tentu hal-hal yang perlu ditangani adalah 8 daerah utama ini, dipertimbangkan untuk dibuatkan progam dana insentif daerah (DID)," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/9/2020).

"Dana insentif itu diberikan apabila daerah yang bersangkutan terkonversi dari daerah kuning menjadi hijau. Akan ditindaklanjuti Kemendagri, Kemenkeu dan Kemenkes," tambahnya.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengakui,  tingkat kematian covid-19 di Indonesia kekinian masih tinggi. Bahkan, lebih tinggi di atas tingkat kematian per hari global.

"Kita ketahui bahwa recovery rate Indonesia 71,7 lebih tinggi dari global dan kasus fatality rate 42 persen," ucap Airlangga. 

Untuk diketahui, Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif virus corona covid-19 di Indonesia terus meningkat, pada Jumat (4/9/2020) per pukul 12.00 WIB selama 24 jam terjadi penambahan kasus positif sebanyak 3.269 orang.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ribuan orang yang terinfeksi Virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini menambah kasus positif secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 187.537 orang.

Angka penambahan tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan 36.268 spesimen hari ini.

Karenanya, total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 2.735.133 spesimen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Dana untuk Vaksin Covid-19 Rp 37 Triliun

Pemerintah Siapkan Dana untuk Vaksin Covid-19 Rp 37 Triliun

Bisnis | Jum'at, 04 September 2020 | 19:26 WIB

Daerah Bangga Nol Kasus Covid-19, Mendagri: Ternyata Tidak Pernah Testing

Daerah Bangga Nol Kasus Covid-19, Mendagri: Ternyata Tidak Pernah Testing

News | Kamis, 03 September 2020 | 12:05 WIB

Banyak Menteri Beda Suara soal Masalah Ekonomi, Luhut: Kita Harus Kompak!

Banyak Menteri Beda Suara soal Masalah Ekonomi, Luhut: Kita Harus Kompak!

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:06 WIB

Paparkan Target Ekonomi hingga Akhir Tahun, 2 Menteri Jokowi Beda Suara

Paparkan Target Ekonomi hingga Akhir Tahun, 2 Menteri Jokowi Beda Suara

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2020 | 11:48 WIB

Kasus Positif Corona Masih Tinggi, Pemerintah Potong Anggaran Kesehatan

Kasus Positif Corona Masih Tinggi, Pemerintah Potong Anggaran Kesehatan

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:36 WIB

Nunggak Sejak Corona 5 Bulan Lalu, Insentif Nakes DKI Baru Cair Hari Ini

Nunggak Sejak Corona 5 Bulan Lalu, Insentif Nakes DKI Baru Cair Hari Ini

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 15:06 WIB

Dana Baru Cair Setengah, Dalih Pemprov DKI Tahan Insentif Nakes 5 Bulan

Dana Baru Cair Setengah, Dalih Pemprov DKI Tahan Insentif Nakes 5 Bulan

News | Kamis, 20 Agustus 2020 | 11:37 WIB

Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan

Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 23:20 WIB

Terkini

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB