alexametrics

Pagebluk Corona Tak Surutkan Niat Banyak Perusahaan Melantai di Pasar Modal

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani
Pagebluk Corona Tak Surutkan Niat Banyak Perusahaan Melantai di Pasar Modal
Ilustrasi [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj].

Ke-11 perusahan tersebut kata dia terdiri dari 5 perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, 3 perusahaan dari sektor trade....

Suara.com - Pagebluk virus corona covid-19 sudah 6 bulan berlangsung di Indonesia, meski begitu niatan perusahaan yang ingin masuk pasar modal masih cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatat 40 perusahaan sudah melantai bursa dengan skema Initial Public Offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai 7 September 2020, Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan sebanyak 40 Perusahaan Tercatat baru saham.

Bahkan dari data yang ia miliki, saat ini sebanyak 11 perusahaan bersiap untuk go public dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rencana IPO Anak Usaha Pertamina Perlu Dikaji Ulang

"Masih terdapat 11 perusahaan yang berencana melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor," katanya melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2020).

Ke-11 perusahan tersebut kata dia terdiri dari 5 perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, 3 perusahaan dari sektor trade, services and investment, 2 perusahaan dari sektor consumer goods industry dan 1 perusahaan dari sektor miscellaneous industry.

Sehingga kata dia, total fundraised IPO saham tahun 2020 sampai dengan tanggal 7 September 2020 adalah sebesar Rp 4,46 triliun.

"Tentunya jumlah ini akan bertambah sejalan dengan penambahan perusahaan sampai dengan akhir tahun 2020," katanya.

Sejak pandemi memang BEI tidak lagi melakukan seremonial pencatatan saham dengan tatap muka langsung, tetapi menggunakan sistem IPO virtual.

Baca Juga: Minta Menteri Tak Asal Soal Corona, IPO: Jokowi Harus Rampingkan Staf Ahli

"Sistem e-IPO saat ini sudah dapat digunakan dengan masa transisi hingga akhir tahun 2020, Bursa memberikan kesempatan kepada calon perusahaan tercatat, underwriter untuk dapat menggunakan aplikasi ini dan menyampaikan feedback dalam rangka menyempurnakan sistem dimaksud."

Komentar