Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Tahun Ini, Grafik Kinerja Sektor Pertnian Meningkat Signifikan

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 17 September 2020 | 20:47 WIB
Tahun Ini, Grafik Kinerja Sektor Pertnian Meningkat Signifikan
Petani Nabire panen di areal cetak sawah baru di tengah pandemi Covid-19. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak melaporkan bahwa kinerja ekspor pertanian pada periode Agustus 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 8,6 persen atau naik menjadi 2,4 miliar dolar ASdibanding periode yang sama pada tahun 2019 yang hanya 2,2 miliar dolar AS. 

"Secara kumulatif nilai ekspor pertanian periode Januari-Agustus 2020 mencapai 2,4 miliar dolar AS atau meningkat dari sebelumnya yang hanya 2,2 miliar dolar AS," kata Musyafak, Kamis, 17 September 2020.

Di samping itu, kata Musyafak, ekspor olahan pertanian juga turut meningkat pada periode yang sama. Kondisi ini membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan solusi pasti atas perbaikan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda seluruh dunia.

"Olahan pertanian pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai 15,92 miliar dolar AS atau meningkat 5,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya 15,09 miliar dolar AS," katanya.

Kenaikan yang sama juga terjadi pada Nilai Tukar Petani (NTP) periode Agustus 2020, yakni sebesar 100,65 atau meningkat 0,56 persen dibanding bulan Juli 2020 yang hanya 100,09.

"Dilihat berdasarkan subsektor, nilai NTP yang mengalami peningkatan antara lain sub sektor tanaman pangan dan sub sektor perkebunan. Sedangkan untuk subsektor hortikultura dan subsektor peternakan mengalami penurunan," katanya.

Sebagai informasi, NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani, dimana mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, urutan bobot subsektor dalam perhitungan NTP meliputi Tanaman Pangan 47,37 persen, Tanaman Perkebunan 25,39 persen, Peternakan 13,71 persen, Hortikultura 10 persen, dan Perikanan 3,53 persen. Dengan begitu, semakin tinggi bobot, maka semakin mempunyai pengaruh besar terhadap nilai NTP.

"Komoditas yang mempunyai bobot diatas 5 persen pada masing-masing sub sektor adalah sub sektor Tanaman Pangan meiluputi Gabah 75,44 persen, jagung 13,95 persen, Ketela Pohon 521 persen. Untuk sub sektor perkebunan meliputi Kelapa Sawit 26,54 persen, Karet 26,37 persen, Kopi Kakao 7,87 peraen, Tebu 7,62 persen, Cengkeh 6,46 persen.

baca juga

Sementara untuk subsektor Hortikultura antara lain Bawang Merah sebesar 12,61 persen, Cabai Rawit 12,11 persen, Cabai Merah 10,87 persen, Kentang 8,43 persen, Pisang 6,48 peraen, dan Jeruk 5,75 persen. Sedangkan untuk subsektor Peternakan meliputi Sapi Potong 39,69 persen, Ayam Pedaging 21,13 persen, Telur 12, 11 persen, sapi Perah 6,39 persen.

Di samping itu, tingkat Inflasi di bulan Agustus 2020 untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau paling rendah dibanding kelompok pengeluaran lain, yaitu 0,86 persen (deflasi).

"Inflasi tahun ke tahun untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau di bulan Agustus sebesar 0,79 dan lebih rendah dibanding tingkat inflasi umum  yang besarnya 1,32 persen," katanya.

Sebagai informasi, inflasi tahun kalender 2020 untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau sebesar 1,31 persen termasuk kategori inflasi ringan (creeping inflation). Dengan inflasi ringan, maka ada insentif bagi dunia usaha, tapi juga tidak memberatkan konsumen. Inflasi kategori ini tidak membahayakan bagi perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Lindungi Penerima Pupuk Subsidi dengan Permentan 10/2020

Kementan Lindungi Penerima Pupuk Subsidi dengan Permentan 10/2020

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 13:32 WIB

Pembangunan Embung di Kota Batu Bangkitkan Semangat Petani

Pembangunan Embung di Kota Batu Bangkitkan Semangat Petani

Bisnis | Rabu, 16 September 2020 | 11:03 WIB

Program Food Estate Bakal Digarap Kementan dengan Maksimal

Program Food Estate Bakal Digarap Kementan dengan Maksimal

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 14:16 WIB

Dengan Asuransi, Petani Sinjai Tidak akan Rugi

Dengan Asuransi, Petani Sinjai Tidak akan Rugi

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 13:09 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, Mentan Ingatkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Cuaca Tak Bersahabat, Mentan Ingatkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Minggu, 13 September 2020 | 11:39 WIB

Mentan Kunjungi Food Estate Hortikultura, Program Super Prioritas Kementan

Mentan Kunjungi Food Estate Hortikultura, Program Super Prioritas Kementan

Bisnis | Sabtu, 12 September 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

×