Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Mogok Kerja Bukan Solusi Melawan Omnibus Law Cipta Kerja

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 06 Oktober 2020 | 12:31 WIB
Mogok Kerja Bukan Solusi Melawan Omnibus Law Cipta Kerja
Aksi buruh di Rancaekek, Selasa (6/10/2020). (Twitter/@tmcrestabandung)

Suara.com - Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai rencana mogok kerja yang dilakukan serikat buruh bukan salah satu solusi untuk mengungkapkan kekecewaan setelah Omnibus Law Cipta kerja disahkan.

Menurutnya, memang tak ada yang melarang baik di Undang-undang (UU) ketenagakerjaan maupun di UU Cipta kerja para pekerja untuk mogok kerja.

Namun, ia melihat rencana mogok kerja itu akan banyak merugikan banyak pihak. Bukan hanya pengusaha itu sendiri, tapi juga merugikan buruh itu sendiri.

"Tidak ada pengaturan dalam UU bahwa pekerja boleh mogok kerja kalau tidak sepakat. Tidak dalam UU Ketenagakerjaan tahun 2003, tidak ada juga dalam UU Cipta kerja. Mogok kerja itu merugikan kedua pihak. Mogok kerja bukan solusi," ujar Piter saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/10/2020).

Kendati demikian, Piter mengakui memang mogok kerja adalah hak para pekerja, asal para pekerja jangan memaksa para perkerja lainnya untuk ikut-ikutan melakukan mogok kerja.

"Mogok kerja adalah haknya pekerja. Tetapi memaksakan mogok kerja kepada pekerja lain yang tidak mau mogok kerja melanggar hak pekerja," ucap dia.

Mulai Selasa (6/10/2020) hari ini 5 juta buruh mogok kerja nasional. Sebab DPR sudah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja jadi undang-undang, Senin (5/10/2020) malam kemarin.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, KSPI beserta 32 Federasi serikat buruh lainnya menyatakan dengan tegas menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan akan melakukan mogok nasional dari 6 sampai 8 Oktober 2020.

"Mogok Nasional ini akan diikuti sekitar 2 juta buruh (rencananya diikuti 5 juta buruh) di 25 provinsi dan hampir 10 ribu perusahaan dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, seperti industri kimia, energi, tekstil, sepatu, otomotip, baja, elektronik, farmasi, dll," kata Said dalam keterangan persnya.

baca juga

Selain aksi mogok nasional, buruh juga akan mengambil tindakan strategis lainnya sepanjang waktu sesuai mekanisme konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UU Cipta Kerja Disahkan, Jatah Libur Per Pekan Jadi Sorotan!

UU Cipta Kerja Disahkan, Jatah Libur Per Pekan Jadi Sorotan!

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2020 | 11:50 WIB

Puthut EA Sentil Mahfud: Berani Tanggung Jawab UU Cipta Kerja di Akhirat?

Puthut EA Sentil Mahfud: Berani Tanggung Jawab UU Cipta Kerja di Akhirat?

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2020 | 11:46 WIB

UU Cipta Kerja Sah, Amnesty: Potensi Lahirnya Krisis HAM Baru

UU Cipta Kerja Sah, Amnesty: Potensi Lahirnya Krisis HAM Baru

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 11:43 WIB

Terkini

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis

Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus

Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Target PLTS 100 GW Prabowo, IESR Ingatkan Kesiapan Eksekusi di Lapangan

Target PLTS 100 GW Prabowo, IESR Ingatkan Kesiapan Eksekusi di Lapangan

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa

Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:24 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:19 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:16 WIB

×