Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementan Telah Salurkan Pupuk Subsidi Hingga 6,4 Juta Ton

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:58 WIB
Kementan Telah Salurkan Pupuk Subsidi Hingga 6,4 Juta Ton
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian hingga 20 September 2020 telah menyalurkan pupuk bersubsidi mencapai 6,4 juta ton. Untuk alokasi pupuk subsidi sendiri sepanjang 2020 sebanyak 7.949.303 ton. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pupuk bersubsidi jenis Urea telah disalurkan sekitar 2,8 juta ton, pupuk SP-36 sekitar 461.000 ton, pupuk ZA sekitar 604.000 ton, pupuk NPK sekitar 2,09 juta ton, pupuk NPK formula khusus sebanyak 3.166 ton, dan pupuk organik sekitar 421.000 ton. 

"Total pupuk yang telah disalurkan hingga 20 september 2020 sebanyak 6.411.300 ton," kata Sarwo Edhy saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR via daring, Senin (5/10/2020). 

Namun, Kementan mengajukan kembali usulan tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk memenuhi adanya tambahan kebutuhan. Kementan mengajukan tambahan pupuk bersubsidi sebanyak sekitar 1 juta ton.

“Kami sudah mulai proses dan Alhamdulillah pada Jumat 29 september 2020 sudah terbit DIPA baru dengan tambahan lebih kurang 1 juta ton dengan nilai Rp 3,1 triliun sehingga jumlah keseluruhan anggaran subsidi pupuk menjadi Rp 29,7 triliun,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, penetapan alokasi pupuk bersubsidi per provinsi berdasarkan beberapa hal. Di antaranya, mengacu pada rata-rata realisasi penyaluran selama 5 tahun terakhir per provinsi dan per jenis, melihat data sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) tahun 2020. 

Kemudian, status hara P dan K hasil kajian Balitbang Pertanian, dimana hasil kajian menyatakan bahwa status hara P dan K di lahan sawah antara sedang dan tinggi. Dengan demikian, kedepan pupuk jenis SP-36 dan pupuk jenis ZA kemungkinan akan dikurangi dan dialihkan ke pupuk jenis Urea dan jenis NPK.

“Kami juga mengacu pada realisasi penyaluran sampai dengan akhir Agustus 2020 dan prognosa kebutuhan bulan September-Oktober berdasarkan rata-rata penyaluran bulan tersebut selama 5 tahun terakhir, serta usulan dari daerah. Jadi meskipun daerah membutuhkan tapi tidak mengusulkan, tidak diberikan alokasi tambahan,” tambah Sarwo Edhy.

Penambahan anggaran ini pun turut mempengaruhi posisi realiasi prosentase penyaluran pupuk subsidi. Hingga 27 September 2020 menjadi sebesar 70,13 persen dari pagu anggaran.

baca juga

"Sehingga realisasi penyaluran sebelum revisi DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) itu 80,65 persen, dengan revisi DIPA ini menjadi 70,13 persen," ungkap Sarwo Edhy.

Kemudian, Kementan mengajukan usulan tambahan subsidi pupuk sebanyak kurang lebih 1 juta ton senilai Rp 3,1 triliun. Setelah disetujuinya alokasi tersebut, maka alokasi subsidi pupuk tahun ini menjadi sebanyak 8.900.467 ton senilai Rp 29,7 triliun.

"Secara volume alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2020 menjadi sebanyak 8,9 juta ton dari sebelumnya hanya 7,9 juta ton," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Mentan SYL mengatakan, pihaknya juga sudah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian yang memuat alokasi pupuk bersubsidi setelah adanya tambahan pupuk bersubsidi. 

"Selanjutnya, pemerintah provinsi diminta untuk merealokasi penyaluran pupuk antar kabupaten, dari kabupaten-kabupaten yang masih surplus pupuknya ke kabupaten yang kekurangan pupuk dengan mempertimbangkan tambahan alokasi dari pusat," ungkap Mentan SYL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Sediakan Alsintan untuk Jadikan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Kementan Sediakan Alsintan untuk Jadikan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2020 | 13:11 WIB

Kondisi Alam Pulau Buru Dinilai Menjanjikan untuk Produktivitas Pertanian

Kondisi Alam Pulau Buru Dinilai Menjanjikan untuk Produktivitas Pertanian

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2020 | 11:05 WIB

Ada Rehabilitasi Irigasi di Bantul, Indeks Pertanaman Meningkat

Ada Rehabilitasi Irigasi di Bantul, Indeks Pertanaman Meningkat

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2020 | 12:37 WIB

Bantu Petani Penuhi Kebutuhan Air, Kementan Sediakan Kegiatan Perpompaan

Bantu Petani Penuhi Kebutuhan Air, Kementan Sediakan Kegiatan Perpompaan

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 18:05 WIB

Pertanian Indramayu Merasa Terbantu dengan Embung yang Dibangun Kementan

Pertanian Indramayu Merasa Terbantu dengan Embung yang Dibangun Kementan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 13:37 WIB

Upaya Mencapai Swasembada Daging Sapi di Tengah Pandemi

Upaya Mencapai Swasembada Daging Sapi di Tengah Pandemi

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2020 | 19:46 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB