Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungapkan potensi ekonomi digital Indonesia yang luar biasa besar akan sirna jika pemerintah tak lakukan sejumlah perubahan.
"Artinya Indonesia sangat memiliki potensi yang luar biasa di bidang ekonomi digital, tapi potensi ini tidak akan bisa menjadi peluang jika infrastruktur tidak memadai," kata Sri Mulyani dalam acara Fintech Summit 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (11/11/2020).
Infrastruktur, kata Sri Mulyani, adalah yang menunjang aktivitas ekonomi digital itu sendiri, seperti halnya akses internet.
Menurut dia saat ini tidak semua masyarakat bisa dapat dengan mudah mengakses internet.
Hal itu, kata dia adalah pekerjaan pertama yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan yang paling utama.
"Tidak ada istilah terluar, terpinggirkan atau tertinggal dalam hal ini (akses internet) mereka perlu dapat akses internet. Makanya kita perlu bangun infrastruktur," katanya.
Setidaknya ada 3 masalah lain yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Selain infrastruktur, pekerjaan lainnya adalah soal Sumber Daya Manusia (SDM), institusi dan Regulasi.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut dari laporan yang dirilis Temasek, ekonomi digital Indonesia akan berkembang pesat pada 2025 mendatang dari berbagai bidang.
Pertama, dari bidang internet, ekonomi digital RI diproyeksi naik lebih dari tiga kali lipat yakni dari USD 40 miliar menjadi USD 133 miliar.
Kemudian, melalui e-commerce naik empat kali lipat dari USD 20 miliar ke USD 82 miliar dan online traveling naik 2,5 kali lipat dari USD 10 miliar menjadi USD 25 miliar.
Lalu dari media berpotensi naik dari USD 3,5 miliar menjadi USD 9 miliar dan melalui ride hailing dari USD 5,7 miliar ke USD 18 miliar.