Dirut Garuda Ngaku Tak Dapat Untung dari Pendistribusian Vaksin Corona

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 17 Desember 2020 | 08:21 WIB
Dirut Garuda Ngaku Tak Dapat Untung dari Pendistribusian Vaksin Corona
Kolase gambar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (Suara.com)

Suara.com - Maskapai Garuda Indonesia bakal mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh daerah di Indonesia. Dalam pengiriman vaksin Covid-19, Garuda Indonesia tidak mengutamakan faktor profit, melainkan lebih menjalankan tugas yang diembannya sebagai maskapai milik negara.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, bahwa sebelumnya maskapainya telah beberapa kali digunakan untuk mengangkut pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari beberapa negara dan juga menerbangkan Warga Negara Asing (WNA) ke negara asal mereka.

Dan terbaru, Garuda Indonesia mengangkut vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari China ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Kami mengharapkan semua pihak jangan melihat ini dari sisi bisnis yang menguntungan semata, karena tidak jarang dalam menjalankan misi kemanusiaan ini kami tidak memperoleh profit," ujar Irfan dalam keterangannya yang ditulis, Kamis (17/12/2020).

Irfan juga menjelaskan, untuk dapat mengangkut vaksin tersebut pihaknya telah melakukan persiapan cukup lama.

Bahkan pihaknya berhasil meraih Pharmaceutical Certificate untuk Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP), yang merupakan sertifikasi jaminan kualitas layanan angkutan kargo farmasi pertama bagi maskapai penerbangan di Indonesia.

"Dengan sertifikasi GDP ini, kami harapkan akan turut mendukung langkah pengembangan bisnis yang kami laksanakan, khususnya dalam penyediaan jasa angkutan yang safe & reliable untuk kebutuhan layanan serta distribusi kargo farmasi yang menjadi kebutuhan global pada masa pandemi ini," imbuhnya.

Dengan semua itu, kata Irfan Garuda Indonesia Group sangat siap jika dipercaya untuk mendistribusikan vaksin ini ke seluruh Indonesia.

Bahkan jika nantinya diperlukan mengangkut dengan jumlah besar pihaknya juga siap menyediakan penerbangan khusus, walaupun harus membawanya ke daerah pelosok di Tanah Air.

"Beberapa persiapan juga telah dilakukan oleh pihak Garuda Indonesia, selain dari sisi angkutan yang siap dibawa ke rute yang dimiliki, maskapai ini akan latih para awak kabin bagaimana penanggananya saat membawa kargo tersebut," jelas dia.

Irfan juga mengungkapkan pendistribusian produk farmasi menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan standar dan protokol yang ketat.

Kualitas safety dan security pada cargo handling, penerapan protokol higienitas produk, dan akurasi waktu pengiriman kargo menjadi bagian penting dalam rantai distribusi produk farmasi.

"Kami juga tentunya berharap sertifikasi ini juga dapat semakin memperluas portofolio bisnis kargo Garuda Indonesia melalui layanan angkutan kargo farmasi yang kami proyeksikan dapat menjadi potensi pangsa pasar yang menjanjikan kedepannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Garuda Sambut Baik Rencana Pemerintah Perpanjang Subsidi PSC

Bos Garuda Sambut Baik Rencana Pemerintah Perpanjang Subsidi PSC

Jawa Tengah | Selasa, 15 Desember 2020 | 18:35 WIB

Bos Garuda Ungkap Kemungkinan Pemerintah Perpanjang Subsidi PSC

Bos Garuda Ungkap Kemungkinan Pemerintah Perpanjang Subsidi PSC

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2020 | 17:37 WIB

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara Terkait Aturan Terbang ke Bali Wajib Swab

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara Terkait Aturan Terbang ke Bali Wajib Swab

Bali | Selasa, 15 Desember 2020 | 12:33 WIB

Terkini

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:03 WIB

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:46 WIB

Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya

Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:38 WIB

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:03 WIB

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:58 WIB

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:53 WIB