Pengerjaan Food Estate di Sumatera Utara Selesai Akhir Tahun Ini

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 19 Desember 2020 | 11:04 WIB
Pengerjaan Food Estate di Sumatera Utara Selesai Akhir Tahun Ini
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pengolahan lahan food estate diharapkan selesai 100 persen akhir tahun ini. Saat ini, pengerjaan sudah mencapai 90 persen. Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau langsung perkembangan penanaman dan kawasan lahan lumbung pangan baru (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

"Pengolahan lahan food estate ini sudah hampir 90 persen lebih, pengolahan sampai dengan membangun bedeng sudah sampai 70 persen. Desember ini, Insya Allah selesai 100 persen pemasangan mulsa dan penanamannya. Tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target, Januari Insya Allah penanaman sudah selesai," ujarnya, Kabupaten Humbahas, Jumat (18/12/2020).

Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, di Humbahas. (Dok : Kementan)

Syahrul mengatakan, kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat 3 komoditi yang akan dikembangkan di sini, diantaranya kentang, bawang merah dan bawang putih.

"Kita tinggal kita tunggu, bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan," kata Syahrul.

Di kesempatan yang sama, Luhut mengatakan, progres pengerjaan lahan food estate sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan food estate Sumatera Utara ini akan diperluas sampai 30.000 hektare dan akan dikembangkan penanaman hortikultura.

Pada 2020, target pembangunan kawasan food estate Humbahas seluas 1.000 hektare. Tanah seluas 215 hektare dari APBN Kementerian Pertanian (Kementan) sedangkan 785 hektare dikelola oleh pihak swasta.

"Ini baru pertama di Indonesia, ada hamparan 215 hektare yang ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, hasilnya perkembangannya sangat baik," tambahnya.

Menko Luhut mengatakan kawasan lahan pengembangan food estate ini akan menjadi model percontohan untuk daerah lain sehingga kedepan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

"Nah kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 hektare, nanti akan 1000 hektare. Total semua 30.000 hektare. Ini sebagai model sekarang. Saya rasa, kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain," kata Luhut.

baca juga

Ia juga mengungkapkan,  saat ini pemerintah sedang melihat dataran tinggi lainnya untuk dapat dikembangkan kawasan food estate. Seperti di Pulau Sulawesi atau Pulau Jawa, untuk dapat mengembangkan pertanian serta menyejahterakan penduduk di sekitarnya.

"Di Sulawesi, ada juga ketinggian 1000 - 1200 tanah meter seperti ini, nanti kita bikin lagi. Atau nanti di Jawa mungkin, 500 atau 1000 hektare seperti ini. Kita buat lagi. Swadaya hortikultura kita bisa selesai dalam 5 tahun ke depan," harap Luhut.

Ia menekankan, kawasan food estate tidak menganggu lingkungan hutan. Komoditi ditanam di tanah yang tidak tertanam pohon, sehingga hutan tetap terjaga dengan baik. Untuk menjaga tanah agar tidak longsor, juga akan ditanami kacang macadamia, kopi, dan tanaman keras lainnya.

"Hutan-hutannya tidak akan dipotong, jadi tanah-tanah yang tidak ada pohonnya itu, yang semak-semak itu, yang akan kita jadikan lahan. Lingkungan tetap terjaga," katanya.

Di sini ada kentang, bawang putih dan hutan akan tetap. Pak Kepala Balitbang juga menanam pohon macadamia, kopi, tanaman keras, supaya walaupun ini kemiringannya 15 derajat, kita jaga supaya tidak ada longsor," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Dapat KPPU Award 2020

Kementan Dapat KPPU Award 2020

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2020 | 19:00 WIB

Pertanian Tumbuh Meski Pandemi, Kementan Apresiasi Kepala Daerah

Pertanian Tumbuh Meski Pandemi, Kementan Apresiasi Kepala Daerah

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2020 | 07:50 WIB

Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House

Tingkatkan Pendidikan Pertanian, Kementan Luncurkan Smart Green House

Bisnis | Senin, 14 Desember 2020 | 16:20 WIB

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Pengamat Puji Kementan dalam Mencegah Upaya Korupsi

Bisnis | Senin, 07 Desember 2020 | 13:31 WIB

Buka Lapangan Kerja, Kementan Genjot Ekspor

Buka Lapangan Kerja, Kementan Genjot Ekspor

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 14:20 WIB

Akademisi : Kementan Wujudkan Transparansi dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Akademisi : Kementan Wujudkan Transparansi dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Bisnis | Kamis, 26 November 2020 | 18:04 WIB

Terkini

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Laba Operasi Toyota Melonjak 34 Persen Berkat Mobil Hybrid dan Efisiensi

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:30 WIB

×