Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Kasus Covid-19 Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Melorot

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 22 Desember 2020 | 08:13 WIB
Kasus Covid-19 Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Melorot
Ilustrasi ekonomi saat pandemi.

Suara.com - Terus meningkatnya kasus baru virus corona atau Covid-19 akhir-akhir ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 makin melorot saja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa konsumsi masyarakat masih akan terus terkontraksi hingga akhir tahun karena meningkatnya kasus baru virus corona atau Covid-19.

"Konsumsi masyarakat yang outlook untuk kuartal keempatnya tentu saja masih akan sampai dengan akhir Desember Masih pada kisaran antara minus 3,6 persen sampai minus 2,6 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, ditulis Selasa (22/12/2020).

Tak heran kata dia, bahwa pemerintah seringkali melakukan perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi, karena dinamika ketidakpastian ekonomi yang sangat tinggi.

Untuk keseluruhan tahun, Sri Mulyani mengatakan laju konsumsi masyarakat masih akan minus direntang 2,7 persen hingga 2,4 persen.

"Ini yang menjadi salah satu penyebab kenapa kita melakukan revisi terhadap proyeksi ekonomi tahun 2020 yang agak sedikit menurun yaitu di minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen," tuturnya.

Kemudian untuk konsumsi pemerintah sepanjang tahun diperkirakan berada di kisaran minus 3,1 persen hingga minus 0,3 persen. Sedangkan di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi.

"Untuk keseluruhan tahun masih ada di kisaran antara minus 3,1 persen hingga minus 0,3 persen," ucapnya.

Sehingga dari berbagai catatan yang ada tersebut, dirinya mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020 berada dalam rentang minus 2,9 persen hingga 0,9 persen.

"Dan oleh karena itu keseluruhan tahun outlook untuk kuartal keempat adalah negatif 2,9 persen hingga negatif 0,9 persen. Dan keseluruhan tahun 2020 outlook adalah di minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setoran Pajak Masih Seret, Corona Biang Keroknya

Setoran Pajak Masih Seret, Corona Biang Keroknya

Bisnis | Senin, 21 Desember 2020 | 22:26 WIB

4 Kali Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani : Tahun Ini Minus 2,2 Persen

4 Kali Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani : Tahun Ini Minus 2,2 Persen

Bisnis | Senin, 21 Desember 2020 | 17:49 WIB

Bank Indonesia: Berhembus Angin Segar Pertumbuhan Ekonomi 2021

Bank Indonesia: Berhembus Angin Segar Pertumbuhan Ekonomi 2021

Your Say | Rabu, 16 Desember 2020 | 19:03 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB