Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 27 Desember 2020 | 09:15 WIB
Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota
Riani Dwi Kartika, peserta JKN - KIS. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Fenomena seorang single parent kerap dijumpai dimanapun, bahkan di beberapa kota besar, tak kecuali DKI Jakarta. Faktanya, perjuangan mereka untuk mengarungi hidup begitu berat.

Kondisi tersebut yang dialami Riani Dwi Kartika. Ria-begitu sapaanya- memiliki tugas sebagai orang tua yang merangkap peran ayah dan ibu.

Suara.com berkesempatan mewawancarai Ria di kediamannya, Jalan Kampung Jawa Kebon Sayur, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (28/11/2020).

Ria menceritakan, memiliki dua anak yang masing-masing masih balita, yakni anak pertama bernama Raka (3), kedua bernama Fahira (2).

Kedua putra dan putri itu yang membuat Ria hingga kini masih tetap semangat berjuang untuk membesarkan, mendidik hingga menjaga kesehatan si buah hatinya.

"Single parent itu sebenarnya berat dirasakan. Tapi ketika selalu lihat mereka buah hati saya, ada rasa untuk tetap tegar bertahan dan berjuang untuk mereka," ujarnya memulai bincang-bincang.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ria mendapat penghasilan utamanya dari profesi sebagai driver online sepeda motor alias ojek online.

Sadar hanya tamatan SMA, pekerjaan itu pun dilakoni agar bisa bertahan hidup bersama kedua anaknya. Bahkan terkadang wanita 24 tahun itu menyambi bantu-bantu di warung makan.

"Saya mah enggak malu meski cewek jadi ojol (ojek online). Kadang di hari tertentu dari pagi sampai siang itu bantu-bantu di warung makan, lumayan dapat upahnya," ungkapnya.

"Semua itu saya lakukan untuk Raka dan Fahira. Di usia mereka kebutuhannya cukup banyak, mulai dari susu formula, makanannya, sampai jajannya mereka," tandasnya.

Semua itu, Ria menyebutkan, bisa dipenuhi dengan cara kerja keras, dari pagi hingga malam. Sebab, dia tidak bisa mengandalkan orang tuanya, apalagi mendiang suaminya.

Ria tak mau menyusahkan kedua orang tuanya yang hidupnya juga serba pas-pasan. Sementara mantan suaminya itu telah meninggal dunia sejak 2018 lalu.

"Sejak mengandung anak kedua, dia (suami) sudah tiada (meninggal) karena paru-paru. Jadi, biaya kebutuhan apapun hasil kerja keras sendiri," tuturnya.

Bahkan, ironisnya sejak sang suami masih hidup, Ria sudah memulai kerja keras guna menghidupi keluarga. Itu karena suami tidak memungkinkan untuk memberikan nafkah.

"Dia dulu kerjanya serabutan. Kadang sudah bekerja bisa kasih uang, eh enggak lama menganggur. Akhirnya saya juga ikut bantu kerja," sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:43 WIB

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:39 WIB

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:32 WIB

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:56 WIB

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:47 WIB

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:38 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB