Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota

Fabiola Febrinastri

Minggu, 27 Desember 2020 | 09:15 WIB
Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota
Riani Dwi Kartika, peserta JKN - KIS. (Dok : BPJS Kesehatan)

Parahnya, kondisi yang memilukan hati saat Ria sedang proses persalinan anak pertamanya. Dia terpaksa harus melahirkan dengan operasi caesar atau prosedur medis mengeluarkan bayi melalui sayatan pada perut.

Dalam kondisi itu, sang suami tidak ditempat menemani, bahkan sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk kebutuhan itu.

"Saya enggak tahu lagi saat itu mau ngomong apa lagi sama dia. Sudah di telepon tapi tidak aktif-aktif ponselnya," paparnya.

Beruntungnya, Ria sudah sempat memiliki kartu BPJS melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah. Dengan itu, operasi caesar dilakukan dengan gratis.

"Kalau tidak ada kartu KIS dari BPJS Kesehatan saya tidak sanggup untuk bayar operasi caesarnya. Karena keluarga saya yang mendampingi sempat diminta Rp 30 juta untuk tindakan itu," imbuhnya.

"Kaget mendengar nominal itu, akhirnya saya ingat punya KIS dari pemerintah dan langsung orang tua memberikan itu kepada petugas administrasi," sambungnya.

Situasi tersebut dialami Ria saat melakukan persalinan anak kedua. Proses persalinan dengan operasi caesar kembali dilakukan gratis.

"Anak kedua juga dengan operasi caesar, karena sudah dari awalnya di anak pertama bukan melahirkan normal. Tapi karena adanya KIS bersyukur tidak mengeluarkan uang puluhan juta," tandasnya.

Hingga suaminya telah tiada, Ria menuturkan, untuk berobat kedua anaknya jika sakit menggunakan KIS dari pemerintah.

baca juga

"Adanya KIS ini bukan hanya saya, anak kalau sakit berobat gratis, baik ke puskesmas maupun rumah sakit," paparnya.

Kondisi tersebut terus dijalani Ridwan. Hingga bulan Oktober 2016, Ridwan mengalami anfal dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Saya masuk rumah sakit dirawat dan dokter bilang sudah tidak ada jalan lain selain operasi. Karena jantung saya semakin parah, akibat saya masih suka merokok," tandasnya.

"Namun, dokter berikan saya pilihan mau operasi pasang ring atau bypass. Akhirnya saya memilih untuk bypass yang operasinya mengambil pembulu darah di tubuh," sambungnya.

Sebelum dilakukan operasi, Ridwan menjalani perawatan lebih dulu di rumah sakit. Hal itu guna memeriksa kondisi kesehatan pada tubuhnya, mulai dari periksa gula darah, kolesterol dan lainnya.

"Sebelum operasi semuanya di cek, gula darah, kolesterol, paru-paru dan lainnya. Karena takutnya saya masih ada penyakit lainnya dan itu memungkinkan tidak bisa dilakukan bypass," ucapnya.

Selama sepuluh hari Ridwan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Hingga hari yang terakhir dokter menyatakan tidak ada kendala untuk dilakukan operasi bypass.

"Saya di bius setengah sadar merasakan sentuhan dokter mengambil pembuluh darah. Dan alhamdulillah operasi berjalan lancar," imbuhnya.

Selepas operasi, Ridwan mengakui, masih harus menjalani perawatan di rumah sakit hingga dua minggu lamanya. Hal itu untuk memulihkan kondisi tubuh pasca operasi.

"Operasinya itu tujuh jam berlangsung. Setelah itu masih tetap dirawat sampai dua minggu untuk memulihkan pasca operasi. Totalnya itu satu bulan lebih saya di rumah sakit," tuturnya.

Beruntungnya, mulai dari masuk rumah sakit melakukan operasi hingga masa pemulihan tidak dikenakan biaya. Itu karena Ridwan memiliki kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah.

"Bersyukur ada BPJS biaya perawatan, operasi sampai obat-obatan tercover semuanya. Perhitungan saya operasi saja bisa Rp 100 juta-an, belum biaya rawat inap dan obat-obatan," paparnya.

"Meskipun sudah di operasi, saya tetap diminta dokter untuk meminum obat, tapi tidak sesering dulu. Namun obat itu diberikan gratis sampai sekarang," pangkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:43 WIB

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:39 WIB

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:32 WIB

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:56 WIB

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:47 WIB

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:38 WIB

Terkini

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB