Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota

Fabiola Febrinastri

Minggu, 27 Desember 2020 | 09:15 WIB
Kisah Perjuangan Seorang Single Parent di Tengah Kerasnya Ibu Kota
Riani Dwi Kartika, peserta JKN - KIS. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Fenomena seorang single parent kerap dijumpai dimanapun, bahkan di beberapa kota besar, tak kecuali DKI Jakarta. Faktanya, perjuangan mereka untuk mengarungi hidup begitu berat.

Kondisi tersebut yang dialami Riani Dwi Kartika. Ria-begitu sapaanya- memiliki tugas sebagai orang tua yang merangkap peran ayah dan ibu.

Suara.com berkesempatan mewawancarai Ria di kediamannya, Jalan Kampung Jawa Kebon Sayur, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (28/11/2020).

Ria menceritakan, memiliki dua anak yang masing-masing masih balita, yakni anak pertama bernama Raka (3), kedua bernama Fahira (2).

Kedua putra dan putri itu yang membuat Ria hingga kini masih tetap semangat berjuang untuk membesarkan, mendidik hingga menjaga kesehatan si buah hatinya.

"Single parent itu sebenarnya berat dirasakan. Tapi ketika selalu lihat mereka buah hati saya, ada rasa untuk tetap tegar bertahan dan berjuang untuk mereka," ujarnya memulai bincang-bincang.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ria mendapat penghasilan utamanya dari profesi sebagai driver online sepeda motor alias ojek online.

Sadar hanya tamatan SMA, pekerjaan itu pun dilakoni agar bisa bertahan hidup bersama kedua anaknya. Bahkan terkadang wanita 24 tahun itu menyambi bantu-bantu di warung makan.

"Saya mah enggak malu meski cewek jadi ojol (ojek online). Kadang di hari tertentu dari pagi sampai siang itu bantu-bantu di warung makan, lumayan dapat upahnya," ungkapnya.

baca juga

"Semua itu saya lakukan untuk Raka dan Fahira. Di usia mereka kebutuhannya cukup banyak, mulai dari susu formula, makanannya, sampai jajannya mereka," tandasnya.

Semua itu, Ria menyebutkan, bisa dipenuhi dengan cara kerja keras, dari pagi hingga malam. Sebab, dia tidak bisa mengandalkan orang tuanya, apalagi mendiang suaminya.

Ria tak mau menyusahkan kedua orang tuanya yang hidupnya juga serba pas-pasan. Sementara mantan suaminya itu telah meninggal dunia sejak 2018 lalu.

"Sejak mengandung anak kedua, dia (suami) sudah tiada (meninggal) karena paru-paru. Jadi, biaya kebutuhan apapun hasil kerja keras sendiri," tuturnya.

Bahkan, ironisnya sejak sang suami masih hidup, Ria sudah memulai kerja keras guna menghidupi keluarga. Itu karena suami tidak memungkinkan untuk memberikan nafkah.

"Dia dulu kerjanya serabutan. Kadang sudah bekerja bisa kasih uang, eh enggak lama menganggur. Akhirnya saya juga ikut bantu kerja," sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Derita Saraf Terjepit, Mahasiswa UNHAS ini Bersyukur Jadi Peserta JKN-KIS

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:43 WIB

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Terbantu BPJS Kesehatan, Sidik dan Istrinya Kembali Jalani Hidup Normal

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:39 WIB

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

e-Dabu, Satu Aplikasi dari BPJS Kesehatan dengan Sejuta Manfaat

Bisnis | Sabtu, 26 Desember 2020 | 09:32 WIB

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Kanker Darah Setahun, Ini Manfaat BPJS Kesehatan bagi Marliyah

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:56 WIB

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Radang Usus, Lutfi Andalkan BPJS Kesehatan untuk Kembali Sehat

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:47 WIB

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Sulistyowati: Layanan Kontrol Jantung selalu Nyaman dengan JKN - KIS

Bisnis | Kamis, 24 Desember 2020 | 11:38 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×