alexametrics

Selama 2020, Kemnaker Telah Tingkatkan Kompetensi 901.177 Orang

Fabiola Febrinastri
Selama 2020, Kemnaker Telah Tingkatkan Kompetensi 901.177 Orang
Menaker, Ida Fauziyah, peluncurkan Laporan Tahunan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (10/2/2021). (Dok : Kemnaker)

Pembangunan BLK Komunitas tidak hanya dilakukan di satu atau dua pulau.

Suara.com - Selama 2020, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah meningkatkan kompetensi 901.177 orang. Peningkatan dilakukan melalui pelatihan vokasi, pemagangan, pelatihan produktivitas, dan sertifikasi kompetensi.

Hal ini dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah.

"Jumlah 901.177 itu terdiri dari pelatihan vokasi sebanyak 121.049 orang, pemagangan di industri sebanyak 19.475 orang, pelatihan produktivitas sebanyak 11.346 orang, dan sertifikasi kompetensi sebanyak 749.307 orang," katanya, pada peluncurkan Laporan Tahunan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Untuk pembangunan Balai Latihan (BLK) Komunitas, pada 2020 Kemnaker telah membangun 1.014 BLK Komunitas. Pembangunan BLK Komunitas tidak hanya dilakukan di satu atau dua pulau, tetapi persebaran secara merata, dari Aceh hingga Papua.

Baca Juga: Kemnaker : Penerapan K3 Bertujuan untuk Mencegah Kecelakaan di Tempat Kerja

Menurutnya, melalui pendirian BLK Komunitas, lembaga penerima bantuan BLK Komunitas akan menerima bantuan pembiayaan pembangunan satu unit gedung workshop; dan bantuan peralatan pelatihan vokasi untuk satu kejuruan.

"Total BLK Komunitas yang bisa kami bangun dari 2017 sampai tahun 2020 adalah 2.127 BLK Komunitas di seluruh Indonesia," katanya.

Ida mengatakan, pembangunan BLK Komunitas Kemnaker berbasis agama, baik Islam, Kristen, maupun agama yang lainnya. Khusus dalam agama Islam, pembangunan BLK Komunitas dilakukan di pesantren agar tidak terjadi kesenjangan kompetensi.

"Maka di pesantren dibangun BLK komunitas yang merupakan layanan pelatihan vokasi dan mendekat pada komunitas," katanya.

Penyebaran BLK Komunitas sejatinya difokuskan untuk komunitas keagamaan. Namun mulai pertengahan 2020, Kemnaker memperluas cakupan program ini melalui peran komunitas Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB). Tujuannya, di samping untuk meningkatkan kompetensi para pekerja/buruh, juga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Baca Juga: Para Istri Pejabat Kemnaker Sumbang Uang bagi Korban Longsor Sumedang

"Melalui peran serikat pekerja ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi anggota pekerja serta keluarganya yang pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, program BLK Komunitas merupakan terobosan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan kompetensi SDM Indonesia untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter yang ada dengan tambahan keterampilan atau hard skill di lembaga keagamaan atau komunitas.

Komentar