Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar

Fabiola Febrinastri

Selasa, 09 Februari 2021 | 11:33 WIB
Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar
Ilustrasi tanaman padi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Food estate di kawasan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, panen raya sekitar pekan depan. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo optimistis, panen berjalan lancar.

“Dari yang sedang direncanakan, kami optimistis bisa melaksanakan panen dengan baik,” ujarnya, saat menghadiri Rapat Kerja DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021) siang.

Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah direncanakan pada lahan seluas 30 ribu hektare. Khusus untuk Kabupaten Pulang Pisau, areal yang sudah ada seluas 10 ribu hektare.

Hingga saat ini telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 hektare, dan yang sudah ditanam seluas 8.838 hektare.

Syahrul menyebut, food estate Kalteng berbeda dengan kawasan lain seperti Aceh maupun Jawa. Mayoritas kawasan food estate berupa lahan rawa, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.

Syahrul membantah jika program ini disebut gagal.

“Mana bisa disebut gagal, kalau panen saja baru mau dimulai,” tegasnya.

Di depan anggota Komisi IV DPR RI, Syahrul berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan food estate sebagai upaya memenuhi cadangan pangan nasional. Food and Agriculture Organization (FAO) pada awal pandemi mengingatkan potensi krisis pangan yang bisa melanda dunia.

“Kita memang akan terus melakukan tambahan-tambahan untuk terus membenahi apa yang ada di sana. Food estate bisa menjadi jawaban, sehingga cadangan kita bisa terpenuhi,” sebut Syahrul.

baca juga

Food estate dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama sejumlah kementerian/lembaga lain berbasis korporasi pertanian. Dengan konsep ini, pemerintah bisa lebih mudah memfasilitasi bantuan pembiayaan maupun memasifkan mekanisasi.

“Kalau kita korporasikan, kita bisa melakukan intervensi KUR (kredit usaha rakyat). Di sini tidak single commodity, tapi kita juga bawa komoditas perkebunan dan hortikultura,” ungkap Syahrul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Realokasi Anggaran Kementan Fokus untuk Produksi Petani

DPR Minta Realokasi Anggaran Kementan Fokus untuk Produksi Petani

Bisnis | Senin, 08 Februari 2021 | 15:09 WIB

Pakar : Kini Waktu Tepat untuk Arahkan Kebijakan Ekonomi ke Arah Pertanian

Pakar : Kini Waktu Tepat untuk Arahkan Kebijakan Ekonomi ke Arah Pertanian

Bisnis | Senin, 08 Februari 2021 | 11:07 WIB

Kartu Tani Dinilai Jadi Kebijakan Tepat untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Kartu Tani Dinilai Jadi Kebijakan Tepat untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Bisnis | Senin, 08 Februari 2021 | 09:00 WIB

Kementan Berduka, Winarno Tohir Tokoh  Petani Indonesia Wafat

Kementan Berduka, Winarno Tohir Tokoh Petani Indonesia Wafat

News | Sabtu, 06 Februari 2021 | 10:49 WIB

Penilaian BPS terhadap Pertanian Positif, Kementan : Ini karena Petani

Penilaian BPS terhadap Pertanian Positif, Kementan : Ini karena Petani

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:38 WIB

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:28 WIB

Terkini

9 HP Murah Rp2 Jutaan Terbaik Oktober 2026, Fitur Canggih Melimpah

9 HP Murah Rp2 Jutaan Terbaik Oktober 2026, Fitur Canggih Melimpah

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Samsung Galaxy A27 5G: HP Rp5 Jutaan dengan Snapdragon 6 Gen 3, Apa Saja Kelebihannya?

Samsung Galaxy A27 5G: HP Rp5 Jutaan dengan Snapdragon 6 Gen 3, Apa Saja Kelebihannya?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kisah Anak SD Naik Mikrotrans Tiap Subuh Viral, Transjakarta Tingkatkan Layanan dan Perlindungan

Kisah Anak SD Naik Mikrotrans Tiap Subuh Viral, Transjakarta Tingkatkan Layanan dan Perlindungan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Terjebak Situasi Right Person Wrong Time? Film Tune In for Love Punya Jawabannya

Terjebak Situasi Right Person Wrong Time? Film Tune In for Love Punya Jawabannya

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare  Lahan Pertanian ke Warga Rempang

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Shin Tae-yong Buat Persija Menggila, PSIM Yogyakarta Dihajar Empat Gol Tanpa Balas

Shin Tae-yong Buat Persija Menggila, PSIM Yogyakarta Dihajar Empat Gol Tanpa Balas

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:53 WIB

You Are The Apple of My Eye: Tentang Cinta Pertama yang Tak Berakhir Sama

You Are The Apple of My Eye: Tentang Cinta Pertama yang Tak Berakhir Sama

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh

Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh

Sumsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49 WIB

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:48 WIB

×