Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Curah Hujan Rendah, Petani Andalkan Embung untuk Dapatkan Pasokan Air

Fabiola Febrinastri

Minggu, 14 Maret 2021 | 09:19 WIB
Curah Hujan Rendah, Petani Andalkan Embung untuk Dapatkan Pasokan Air
Ilustrasi tanaman padi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Akibat masih rendahnya curah hujan, pasokan air kurang maksimal, sehingga saat ini, embung jadi andalan petani untuk dapatkan air.

Dusun Panggalungan, Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupatrn Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), misalnya, sangat mengandalkan embung. Ketika daerah ini kekeringan, embung yang dikelola Kelompok Petanu (Poktan) Batusipong ini masih bisa menampung air, sehingga masih dimanfaatkan warga dan petani setempat untuk bercocok tanam.

Ketua Poktan Batusipong, Kaharuddin mengatakan, embung ini mampu melayani hingga 25 hektare. Sumber air berasal dari sungai.

"Dengan adanya embung ini, IP 100 menjadi IP 200. Sebelum ada embung, IP 200 hanya 10 ha, setelah ada embung IP 200-nya sudah seluruhnya," ujar Kaharuddin.

Menurutnya, produksi sebelum ada embung 5,2 ton. Setelah ada embung menjadi 6 ton.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih adanya embung di kelompok Batusipong. Embung ini sudah di manfaatkan, ketika musim tanam kedua dulunya hanya mampu tanami 10 hektare, sekarang sudah full tertanami 25 hektare," ujarnya.

Sebelumnya, air sungai dekat hamparan sawah tidak bisa dimanfaatkan maksimal, tapi sejak ada embung yang menjadi tempat penampungan, air sungai dialihkan dan tampung yang akhirnya bisa dialirkan baik ke sawah.

Sebelum mengalokasikan embung tersebut di Poktan Batusipong, pihak Dinas Pertanian Barru membuatkan fakta integritas kepada Poktan tersebut. Poktan wajib melakukan peningkatan produksi baik hasil maupun IP-nya.

"Sekarang sudah bermanfaat. Musim pertama (rendengan /asep) tanaman padi, musim kedua (padi) dan akan mencoba bawang merah di MT3 tahun ini," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ahmad.

baca juga

"Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat, meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani, sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (13/3/2021).

Ia menambahkan, insfrastruktur air juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Ia berharap, masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat yang telah dibangun pemerintah.

"Saya pesan kepada petani dan masyarakat, agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai, karena selain buat petani, juga masyarakat bisa menggunakan air  saat kekeringan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan embung masih diandalkan untuk mengantisipasi musim kering pada 2021. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

"Pembangunan embung merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain, sehingga ke depan, program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita," kata Sarwo.

Menurutnya, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Maros, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian Agar Tak Merugi

Banjir Maros, Kementan Imbau Petani Ikut Asuransi Pertanian Agar Tak Merugi

News | Jum'at, 12 Maret 2021 | 18:08 WIB

Kementan Dorong Jasindo Percepat Pencairan Klaim AUTP untuk Petani Kudus

Kementan Dorong Jasindo Percepat Pencairan Klaim AUTP untuk Petani Kudus

News | Jum'at, 12 Maret 2021 | 17:52 WIB

Mentan, Mendag dan Menteri BUMN Lepas Ekspor Pertanian Jatim Rp 140 M

Mentan, Mendag dan Menteri BUMN Lepas Ekspor Pertanian Jatim Rp 140 M

News | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:03 WIB

Kementan: Tidak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Gorontalo

Kementan: Tidak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Gorontalo

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 19:09 WIB

Program Millenial Smartfarming, Upaya BNI Kawal Pertanian Masa Depan

Program Millenial Smartfarming, Upaya BNI Kawal Pertanian Masa Depan

Bisnis | Rabu, 10 Maret 2021 | 16:16 WIB

Untuk Regenerasi Petani, Milenial Diharapkan Mampu Wujudkan Smartfarming

Untuk Regenerasi Petani, Milenial Diharapkan Mampu Wujudkan Smartfarming

Bisnis | Rabu, 10 Maret 2021 | 14:38 WIB

Terkini

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:57 WIB

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:33 WIB

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

×