Penggiat Lingkungan Hidup Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Udara Bersih

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 16 Maret 2021 | 10:45 WIB
Penggiat Lingkungan Hidup Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Udara Bersih
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Baru-baru ini, temuan dari sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari Harvard University bekerja sama dengan University of Birmingham, University of Leicester, hingga University College London menunjukkan bahwa hampir sekitar 1 dari 5 kematian di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.

Penggiat lingkungan dan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Sari pun turut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, lingkungan hidup adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan. Tanpa adanya lingkungan yang sehat, pembangunan tidak akan tumbuh dengan baik.

“Polusi udara itu sangat mengganggu sudah. Di banyak kota di seluruh Indonesia sebetulnya, tapi Jakarta yang paling parah. Padahal, dampaknya luar biasa,” ujar Agus Sari dalam sebuah video yang diunggah melalui akun komunitas Bicara Udara, Jumat (13/3).

Dampak yang dimaksud, tambahnya, adalah apa yang disebut kematian tambahan, atau kematian yang tidak diinginkan. Kemudian juga menurunnya IQ, menurunnya kemampuan kita untuk belajar.

“Permasalahan dengan sistem pernapasan, karsinogenik juga kalau dia debu-debu kecil yang pm 2,5 itu, itu bisa membuat paru-paru kita cancerous. Ini kerugiannya luar biasa tingginya,” ujar Agus.

Ia mengingatkan, jika kesadaran akan pentingnya udara bersih ini tidak ditingkatkan, polusi udara akan semakin tinggi, dan masyarakat juga yang harus membayarnya.

“Pada saat pencemar udara tidak membayar pencemaran yang dihasilkannya, maka konsumen udara bersih yang harus membayar, dan itu sebentar lagi akan terjadi kalau kita gak melakukan apa-apa,” lanjutnya.

Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara. Kanal tersebut merupakan lanjutan dari upaya yang dilakukan oleh koalisi Langit Biru Jakarta yang memulai gerakan di laman Change.org tahun lalu.

Petisi yang dapat diakses di laman www.change.org/langitbirujakarta dan menjadi perhatian banyak warga Jakarta itu hingga kini telah mengumpulkan sekitar 78 ribu tanda tangan.

Novita Natalia yang memulai petisi tersebut berharap bahwa komunitas ini dapat menjadi wadah untuk edukasi dan berbagi pengalaman warga yang ingin membantu untuk mengurangi polusi udara yang kian mengkhawatirkan.

“Kami percaya bahwa keinginan untuk menikmati udara bersih merupakan hak semua warga. Tidak hanya di Jakarta, tapi di semua daerah. Kami sadar bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, karena itu sudah waktunya bagi masyarakat untuk ikut berperan,” ujar Novita dalam keterangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Berikut 8 Risiko Kesehatan Akibat Polusi Kimiawi

Waspada, Berikut 8 Risiko Kesehatan Akibat Polusi Kimiawi

Health | Sabtu, 06 Maret 2021 | 13:01 WIB

Tidak Cuma Cemari Lautan, Plastik Ternyata Juga Bisa Menjadi Polutan Udara

Tidak Cuma Cemari Lautan, Plastik Ternyata Juga Bisa Menjadi Polutan Udara

Health | Minggu, 28 Februari 2021 | 17:18 WIB

Terganggu! Warga Siak Keluhkan Tiap Hari Hirup Asap Cerobong Pabrik Sawit

Terganggu! Warga Siak Keluhkan Tiap Hari Hirup Asap Cerobong Pabrik Sawit

Riau | Minggu, 28 Februari 2021 | 14:36 WIB

Terkini

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:58 WIB

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:51 WIB

Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:36 WIB

OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir

OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:09 WIB

6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan

6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:57 WIB

Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari

Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:41 WIB

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:33 WIB