alexametrics

Dinas Aceh Barat Gandeng Startup Ekosis untuk Bantu Kembangkan Agribisnis

Iwan Supriyatna
Dinas Aceh Barat Gandeng Startup Ekosis untuk Bantu Kembangkan Agribisnis
Ekosis untuk membantu pengembangan Koperasi dan UKM masyarakat Aceh Barat di masa pandemi.

Di bidang agribisnis, aplikasi Ekosis digadang sebagai salah satu solusi untuk memecahkan masalah agribisnis di dalam negeri.

Suara.com - Menyambut digitalisasi bisnis di Indonesia, lembaga pemerintah pusat dan daerah kian gencar melakukan kolaborasi dengan perusahaan rintisan di bidang teknologi digital.

Di bidang agribisnis, aplikasi Ekosis digadang sebagai salah satu solusi untuk memecahkan masalah agribisnis di dalam negeri, mulai dari pemasaran, manajemen kualitas, logistik, sarana produksi, hingga permodalan.

Pada 3 Maret 2021 lalu, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Aceh Barat bekerjasama dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan), menggandeng Ekosis untuk membantu pengembangan Koperasi dan UKM masyarakat Aceh Barat di masa pandemi.

Dalam lokakarya yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tersebut, turut hadir Direktur Pengembangan Koperasi dan UKM Bappenas dan Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Kab. Aceh Barat.

Baca Juga: Triwulan I 2021, UKM Kaltim Tembus Ekspor ke 10 Negara, Capai Rp 28 Miliar

Sejumlah perwakilan kelompok usaha masyarakat diberikan pelatihan, mulai dari Kelompok Usaha Pertanian Atsiri, Perikanan, Anyaman, Kerajinan Batok Kelapa, Arang Briket, hingga Kelompok Usaha Minyak VCO.

Felicia Yulie Mills selaku Business Development Specialist Ekosis mengatakan, lokakarya ini merupakan salah satu upaya Ekosis untuk mendukung Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia, khususnya di bidang agribisnis.

“Meski di tengah pandemi, kami optimis mendorong pemasaran produk agri secara digital melalui Ekosis. Dengan menyediakan fitur 'Manajemen Kualitas Produk', pengguna juga dapat melakukan konsultasi, pelatihan, hingga sertifikasi, guna meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan dengan permintaan pasar,” kata Felicia.

Komentar