Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Wiska Gandeng APR Produksi Bahan Baku Serat Rayon

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 12 April 2021 | 07:29 WIB
Wiska Gandeng APR Produksi Bahan Baku Serat Rayon
PT Wiska bermitra dengan Asia Pacific Rayon (APR) dalam penyediaan bahan baku serat rayon berkelanjutan.

Suara.com - PT Wiska, produsen dan eksportir segmen home textile meluncurkan label ritel pertamanya untuk produk alat kebersihan berbahan rayon-cotton yaitu “Eco Pure S”.

Mengangkat konsep 3 S (Sustainable, Strong, Soft), PT Wiska bermitra dengan Asia Pacific Rayon (APR) dalam penyediaan bahan baku serat rayon berkelanjutan.

Sebagai produk ritel rayon-cotton (Terry RC) antimicrobial pertama di Indonesia, produk Eco Pure S dinilai tepat untuk digunakan sebagai proteksi di masa pandemi covid-19 saat ini.

Sifat antimicrobial dalam produk handuk dapat menangkal mikroba, bakteri dan jamur dari berbagai potensi penyakit yang tahan hingga 30 x pencucian.

Tak hanya dapat menangkal potensi penyakit, produk Eco Pure S menggunakan bahan baku serat rayon APR yang ramah lingkungan karena sifatnya yang renewable dan biodegradable.

Sesuai dengan konsep 3 S, produk Eco Pure S mempunyai daya tahan kuat namun juga tetap memberikan kelembutan dari karakteristik bahan rayon-cotton yang dipakai.

“Di tengah tuntutan dunia untuk menggunakan produk yang sustainable, kami meluncurkan produk Eco Pure S yang menggunakan serat rayon APR yang berkelanjutan dan memiliki banyak keunggulan salah satunya dapat menangkal potensi penyakit di masa pandemi saat ini,” kata Owner PT Wiska, Andrew Haryanto dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Elis Masitoh, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) mengapresiasi langkah PT Wiska yang meskipun dalam kondisi pandemi, tetap melakukan inovasi produk yang tepat sasaran sekaligus menggairahkan potensi industri produk home textile di Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Wiska, yang mendukung komitmen
pemerintah untuk memajukan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai industri prioritas. Produk buatan Indonesia ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan program substiutsi impor hingga 35% pada 2022 mendatang sekaligus menjadi perwujudan dari roadmap making Indonesia 4.0 sektor tekstil,” kata Elis.

Sampai akhir tahun lalu, Elis memaparkan produk home textile berkontribusi terhadap 10% ekspor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia yang mencapai 10,55 miliar dolar AS.

Terdapat 205 perusahaan home textile dengan jumlah tenaga kerja mencapai 35.720 jiwa dengan jenis produk unggulan yaitu handuk, sprei, gorden dan lain sebagainya.

“Tak hanya mendukung tren tekstil berkelanjutan, kolaborasi berkualitas antara APR dan Wiska juga mendukung komitmen pemerintah untuk menggunakan produk asli dalam negeri #BanggaBuatanIndonesia dan sejalan dengan semangat “Everything Indonesia“ yang didorong APR,” ujar Direktur APR, Basrie Kamba.

Untuk tahap pertama, varian produk Eco Pure S yang diluncurkan yaitu handuk, jubah mandi, turban, headband, selimut dan sandal rumah. Seluruh produk dapat dijumpai di toko online Shopee dan Tokopedia serta toko offline Yogya.

Sampai 2021, PT Wiska menargetkan dapat memasarkan produknya pada 50 toko ritel di seluruh Indonesia.

Berdiri sejak 1973, PT Wiska dikenal sebagai produsen dan eksportir produk segmen home textile seperti gorden, selimut, handuk, taplak meja, bed cover secara business to business (B2B) yang telah di pasarkan hingga ke 80 negara, termasuk Inggris dan Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Fesyen Ramah Lingkungan, Startup Ini Kembangkan Sepatu dari Jamur

Industri Fesyen Ramah Lingkungan, Startup Ini Kembangkan Sepatu dari Jamur

Video | Minggu, 03 Januari 2021 | 13:00 WIB

Pelaku Industri Tekstil Akan Berkumpul Secara Virtual di Cotton Day 2020

Pelaku Industri Tekstil Akan Berkumpul Secara Virtual di Cotton Day 2020

Bisnis | Kamis, 24 September 2020 | 09:33 WIB

Wow! Dua Perusahaan di Wonogiri ini Buka Loker Saat Pandemi Covid-19

Wow! Dua Perusahaan di Wonogiri ini Buka Loker Saat Pandemi Covid-19

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB