alexametrics

Dulu Penerima PKH Kemensos, Dua IRT Brebes Kini Jadi Inspirator

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Dulu Penerima PKH Kemensos, Dua IRT Brebes Kini Jadi  Inspirator
IRT asal Berebes yang membagikan kisah isnpiratifnya kepada para penerima PKH.(Dok: Kemensos)

Omset usaha kerupuk telur asin mencapai Rp60 juta per bulan

Suara.com - Kisah inspiratif hadir dari seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Yudia Ningrum. Hanya berbekal kegigihan, dia berhasil mengembangkan usaha kerupuk telur asinnya.

Ayuning, begitu dia akrab disapa bercerita, mulanya, dia hanyalah seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan pendapatan dari suami. Namun, lambat laun kebutuhan hidup semakin meningkat, sementara pendapatan dari sang suami tak mencukupi.

Pada sekitar tahun 2014, Ayuning mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Dia memutar otak untuk menggunakan duit tersebut untuk sesuatu yang produktif, sehingga bisa memberikan nilai tambah baginya, sampai pada akhirnya tercetuslah usaha kerupuk telur asin.

Awalnya, usaha kerupuk telur asin yang digelutinya jalan di tempat. Selain karena minimnya pengalaman, dia juga tak cukup banyak pengetahuan tentang bagaimana caranya berbisnis. Namun, hal tersebut tak lantas menyurutkan semangatnya untuk terus berbisnis.

Baca Juga: 6 Jenis BLT Cair Mei 2021, Ini Ulasannya

Semua strategi dan cara berbisnis dilakukannya. Singkat cerita, kini usaha kerupuk telur asinnya terkenal di pasaran. Omset yang didapatkannya pun tembus hingga Rp60 juta per bulan. Kini, dia juga mempunyai empat karyawan.

"Jadilah perempuan yang produktif, jangan cuma berhenti hanya pada keinginan, tapi realisasikan”, kata Ayuning saat menjadi narasumber dalam pelatihan peningkatan usaha bertajuk "Memulai Usaha Mandiri dan Menjadi Sejahtera" yang diikuti SDM PKH dan 31 KPM pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE) PKH se-kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jateng.

Kisah serupa juga dibagikan oleh Bastiatun, IRT asal Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jateng. Wanita yang akrab disapa Tia itu mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2016 dan memutuskan untuk graduasi mandiri pada tahun 2020 lalu.

Tia sukses menggeluti usaha sepreinya. Omset per bulan dari usaha sepreinya kini mencapai Rp30 juta per bulan. Tia juga sudah memiliki empat karyawan.

Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan Paguyangan, Dwi Natalis Setiawan berharap, kisah sukses dua IRT asal Brebes tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pengurus KUBE untuk berwirausaha. Sehingga proses pemberdayaan KPM PKH di Paguyangan dapat tercapai dengan baik. Mengingat, pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH merupakan salah satu target yang dicanangkan oleh pemerintah di tahun 2021.

Baca Juga: Mensos: Inovasi Teknologi Jadi Kunci Menangkan Persaingan Global

Komentar