Kementan Kawal Petani Purwakarta Kendalikan Tikus

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 29 Juni 2021 | 18:40 WIB
Kementan Kawal Petani Purwakarta Kendalikan Tikus
Petani memperbaiki jaring penghalau hama burung pada tanaman padi di area persawahan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/6/2021). [ANTARA FOTO/Arnas Padda]

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus melakukan koordinasi dan kerjasama bersama stake holder tanaman pangan.

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, hal itu dilakukan untuk mendukung upaya pengamanan produksi padi dari serangan hama dan penyakit.

"Sehingga target produksi untuk memenuhi kebutuhan makan lebih dari 271 juta jiwa penduduk indonesia dapat tercapai, seperti yang diamanatkan oleh pak menteri," tutur Suwandi dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, (29/6/2021).

Suwandi menjelaskan, salah satu bentuk koordinasi dan kerja sama tersebut adalah kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) tikus di Desa Kertamukti Kecamatan Cempaka (Kelompok Tani Sugih Mukti).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait. Pemerintah Pusat yang turut hadir yaitu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI (Dedi Mulyadi), Kementerian Pertanian diwakili oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (Ditlin TP) dan Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT). Perwakilan dari Pemerintah Daerah hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta, Kepala LPHP Satpel wilayah II Subang dan Kortikab POPT, Camat Campaka, Kepala Desa Kertamukti, petugas POPT, dan penyuluh pertanian setempat.

Desa Kertamukti (Kecamatan Campaka), Desa Cibening Bungursari dan Desa Cibatu (Kecamatan Cibatu) terpilih karena lokasi pertanaman padi di Kabupaten Purwakarta yang mengalami serangan hama tikus sehingga mengakibatkan kerusakan beberapa hektar tanaman padi dan mengancam puluhan hektar di sekitarnya. Gerdal merupakan bentuk respon cepat atas stake holder atas serangan hama tikus tersebut.

Sementara Koordinator Kabupaten Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Kortikab POPT) Purwakarta, Jaya Mulya menjelaskan, serangan hama tikus di Purwakarta terjadi secara spot-spot dan sudah dikendalikan oleh petani bersama pemerintah.

“Serangan hama tikus saat ini terjadi spot-spot di beberapa lokasi, yaitu di Kecamatan Campaka, Bungursari, dan Cibatu. Serangan di Kecamatan Campaka tepatnya di Desa Kertamukti sudah merusak 5 hektar tanaman padi dan saat ini sudah dikendalikan oleh petani bersama pemerintah. Kami mengendalikan dengan cara gropyokan dan pengemposan di lubang-lubang aktif tikus dengan racun belerang. Di lokasi lain juga sedang proses dan persiapan pengendalian”, terang Jaya.

Adapun Kepala LPHP satuan pelayanan (Satpel) wilayah II Subang, Iduk menyatakan, bahwa untuk mengatasi serangan hama tikus di Purwakarta ini semua stakeholder telah bekerja Bersama dan bahu membahu melaksanakan pengendalian.

baca juga

“Untuk mengatasi serangan hama tikus ini kami telah bekerja bersama-sama untuk mengendalikannya. Sarana dan prasarana pengendalian tikus dibantu oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, BBPOPT-Jatisari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Purwakarta, LPHP Satpel Wilayah II Subang, dan kelompok Tani. Seperti biasa, sebelum gerdal kami selalu memberikan bimbingan teknis terlebih dahulu kepada para petani mengenai kondisi serangan tikus, faktor pendukung, dan cara pengendalian yang baik dan benar”, terang Iduk.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, terkait serangan hama tikus dan pengamanan produksi padi menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Kementan untuk melakukan pengendalian hama tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kementan serta pihak-pihak terkait untuk terus melakukan gerdal tikus di lokasi-lokasi serangan tikus”, tegas Midan.

Abriani Fensionita selaku Koordinator Pengendalian OPT Serealia-Ditlin TP menjelaskan, kunci keberhasilan pengendalian hama tikus itu dimulai dari pra tanam sampai panen. Lakukan pengamatan rutin dan pelaksanaan gerakan pengendalian harus serempak, kompak, dalam areal yang luas. Untuk jangka panjang, petani wajib melakukan tanam serempak dan memanfaatkan musuh alami yang ada di alam seperti burung hantu.

"Kita harus menjaga keberadaan burung predator tikus tersebut, jangan diburu, buatkan rumah-rumah burung hantu (rubuha/pagupon) di lahan persawahan. Selain itu petani juga harus menjaga kebersihan lahan. Agar efektif lakukan pengendalian hama tikus itu pada saat lahan dalam kondisi bera/pra tanam dengan gropyokan dan pengemposan," urainya.

Dihubungi di Jakarta, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi mengatakan, dukungannya untuk mengawal dan melakukan pengendalian OPT.

“Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan selalu berkoordinasi dan mendukung petani dalam mengendalikan hama tikus. Kita menyediakan sarana pengendalian seperti racun tikus (umpan) atau bahan pengasapan yang alokasikan di gudang-gudang Brigade Perlindungan Tanaman (BPT).

Di samping itu Kementan juga menyiapkan bimbingan teknis pengendalian hama bagi petugas dan petani jika dibutuhkan.

"Silahkan pergunakan sarana yang tersedia sesuai kebutuhan. Untuk menangani serangan hama tikus di Purwakarta, Ditlin TP juga sudah menurunkan tim ke lokasi untuk mengawal petani mengendalikan hama tersebut," kata Takdir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sektor Pertanian Tumbuh di Tengah Pandemi, Indonesia Terpilih Jadi Anggota FAO 2021-2024

Sektor Pertanian Tumbuh di Tengah Pandemi, Indonesia Terpilih Jadi Anggota FAO 2021-2024

Bisnis | Senin, 21 Juni 2021 | 11:41 WIB

Mentan Serahkan Bantuan Pupuk dan Alsintan untuk Genjot Pertanian di Bali

Mentan Serahkan Bantuan Pupuk dan Alsintan untuk Genjot Pertanian di Bali

Bisnis | Minggu, 20 Juni 2021 | 22:30 WIB

Kondisi Pertanian Dinilai Bagus, Mentan Dorong Bali Jadi Simbol Pertanian Modern

Kondisi Pertanian Dinilai Bagus, Mentan Dorong Bali Jadi Simbol Pertanian Modern

Bisnis | Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:03 WIB

Mentan: Optimasi Lahan Rawa Bisa Tingkatkan Produktivitas Pertanian Indonesia

Mentan: Optimasi Lahan Rawa Bisa Tingkatkan Produktivitas Pertanian Indonesia

Bisnis | Minggu, 20 Juni 2021 | 08:00 WIB

Mentan Beri 3 Arahan Penting Sektor Pertanian untuk Para Bupati, Ini Isinya

Mentan Beri 3 Arahan Penting Sektor Pertanian untuk Para Bupati, Ini Isinya

Bisnis | Sabtu, 19 Juni 2021 | 18:55 WIB

Mentan Dorong Industri Porang Berkembang untuk Ekspor Pasar Mancanegara

Mentan Dorong Industri Porang Berkembang untuk Ekspor Pasar Mancanegara

Bisnis | Kamis, 17 Juni 2021 | 14:47 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×