Pengusaha Bantah Isu Buruh Dipaksa Kerja Meski Positif Covid

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 21 Juli 2021 | 14:34 WIB
Pengusaha Bantah Isu Buruh Dipaksa Kerja Meski Positif Covid
Pekerja menyelesaikan pesanan jahitan pakaian muslim di Cibiru, Bandung, Jawa Ba`rat, Senin (30/10).

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja membantah adanya tudingan soal buruh yang dipaksa bekerja, meski dalam kondisi sakit. 

Menurutnya, tidak ada perusahaan yang tetap memaksa buruh bekerja dalam kondisi sakit. Justru, perusahaan bakal kalang kabut dengan adanya buruh yang sedang sakit. 

"Kalau kondisi yang sakit dipaksa bekerja mungkin kita tidak menemukan. Kalau ada perusahaan yang mana, tolong laporkan ke Apindo dan API supaya kita juga tegur. Saya rasa engga mungkin orang sakit disuruh bekerja. Owner-owner malah stressnya makin besar," ujar Jemmy dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021). 

Jemmy menuturkan, perusahaan juga akan mengalami rugi besar jika makin banyak buruh yang positif covid-19. Sebab, jalannya produksi makin tidak optimal, sehingga menurunkan pendapatan.   

Ia mengatakan, perusahaan yang beroperasi juga selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat untuk menjaga jalannya produksi dengan maksimal.

"Jadi itu saya kira kondisi tidak benar, dan secara nalar akal sehat itu tidak terjadi. Masalah APD atau hand sanitizer mungkin itu sudah jadi standar prokes. member-member API kita minta prokes dijalankan. Kita selalu ingatkan anggota-anggota untuk kerja sama supaya angka covid bisa menurun," ucap dia. 

Dalam hal ini, tambah Jemmy, para pengusaha tekstil juga berusaha menjalankan vaksinasi kepada para karyawannya, dengan membuka sentra-sentra vaksinasi di pabrik-pabrik. 

"Sentra-sentra vaksin kita buka di Bandung di PVJ, kerja sama dengan Hippindo, kita buka selama 2 bulan. Kita juga di Solo sudah berjalan, di Yogya juga akan buka supaya vaksinasi rate bisa segera naik, positive case turun," imbuh Jemmy. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan banyak pekerja yang dipaksa untuk bekerja, meskipun terpapar positif covid-19.

baca juga

Para pekerja tersebut dipaksa bekerja dengan syarat saturasi oksigen dan CT sudah membaik dan tanpa gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Darurat Diperpanjang, Buruh: Negara Wajib Gaji Rakyat!

PPKM Darurat Diperpanjang, Buruh: Negara Wajib Gaji Rakyat!

Jabar | Rabu, 21 Juli 2021 | 12:31 WIB

Dapat Donasi dari Dian Sastrowardoyo, Ini Kata Inisiator Dapur Umum Buruh Gendong Jogja

Dapat Donasi dari Dian Sastrowardoyo, Ini Kata Inisiator Dapur Umum Buruh Gendong Jogja

Jogja | Rabu, 21 Juli 2021 | 11:36 WIB

Dian Sastrowardoyo Donasi Rp30 Juta Bantu Warga Jogja, Netizen: You Rock!

Dian Sastrowardoyo Donasi Rp30 Juta Bantu Warga Jogja, Netizen: You Rock!

Jogja | Rabu, 21 Juli 2021 | 09:13 WIB

Terkini

Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi

Ghost in the Shell Umumkan Proyek Anime Baru, Science SARU Kembali Produksi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Wisata Halal Tak Cukup Andalkan Promosi, UMKM Lokal Harus Masuk Rantai Ekonomi

Wisata Halal Tak Cukup Andalkan Promosi, UMKM Lokal Harus Masuk Rantai Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Kemendag Apresiasi Little Bandung by GoFood, Perluas Pasar Produk Lokal

Kemendag Apresiasi Little Bandung by GoFood, Perluas Pasar Produk Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Bangun Tidur Pagi Hari, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun atau Cukup Air Saja?

Bangun Tidur Pagi Hari, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun atau Cukup Air Saja?

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Sopir BYD Tabrak dan Lindas Ojol di Blok M Negatif Narkoba, Polisi: Bukan Kabur tapi Kaget

Sopir BYD Tabrak dan Lindas Ojol di Blok M Negatif Narkoba, Polisi: Bukan Kabur tapi Kaget

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Tanggapi Kritik Kabinet Gemuk, Presiden Prabowo Analogikan Luas Indonesia dengan Eropa

Tanggapi Kritik Kabinet Gemuk, Presiden Prabowo Analogikan Luas Indonesia dengan Eropa

Video | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini

Mengingat Kembali Kelamnya Tragedi Orde Baru Lewat 3 Novel Fiksi Ini

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley

Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley

Jakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Review Norm: The Tale of Norm Macdonald, Harga Sebuah Lelucon yang Dikenang

Review Norm: The Tale of Norm Macdonald, Harga Sebuah Lelucon yang Dikenang

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kamera 50MP dengan OIS, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Kebutuhan Kreator Konten

Kamera 50MP dengan OIS, REDMI Note 17 Pro Series Bidik Kebutuhan Kreator Konten

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:50 WIB

×