Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Merespon

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:14 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Anak Buah Sri Mulyani Langsung Merespon
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam laporan terbaru International Monetery Fund (IMF) pada Juli 2021 memperlihatkan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menurun ke level 3,9 persen.

Mengutip laporan tersebut, Rabu (28/7/2021) IMF menggarisbawahi bahwa kenaikan kasus harian Covid-19 sejak akhir bulan Juni lalu membuat kondisi ekonomi Indonesia kian melemah.

"Kasus Covid-19 mencapai rekor tertinggi sepanjang pandemi, yaitu di atas 50 ribu orang per hari. Begitu juga dengan kematian yang kemarin di atas 2000 per hari," sebut laporan tersebut ditulis Rabu (28/7/2021).

Akibat kasus positif yang tinggi tersebut, pemerintah Indonesia melakukan pembatasan aktivitas masyarakat lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Dampak negatifnya adalah tertahannya laju pemulihan ekonomi nasional. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun ke 3,9 persen dari proyeksi sebelumnya 4,3 persen.

IMF mengelompokkan Indonesia ke dalam grup ASEAN-5 bersama dengan Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Untuk grup ini, IMF juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 menjadi 4,3 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,9 persen.

Kabar baiknya, IMF mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2022. IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sebesar 5,9 persen yoy, atau lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,8 persen yoy.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan penurunan proyeksi ekonomi tersebut tak bisa dihindari.

Febrio mengungkapkan gelombang kedua pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak akhir Juni 2021 cukup membuat kondisi ekonomi sedikit goyah akibat pembatasan mobilitas masyarakat yang dilakukan pemerintah.

"Pandemi Covid-19 memberikan ketidakpastian yang sangat tinggi terhadap ekonomi. Kita perlu sangat hati-hati dan terus menjaga disiplin pada protokol kesehatan. Kita juga belajar bahwa akselerasi vaksinasi menjadi salah satu kunci utama pengendalian kasus,” ujar Febrio.

Meski begitu kata dia proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari IMF untuk tahun 2021 yang sebesar 3,9 persen masih dalam rentang proyeksi Pemerintah yakni 3,7 sampai dengan 4,5 persen.

Dia juga bilang bahwa tidak hanya Indonesia saja yang mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, ada negara lain seperti India (-3,0 persen), Malaysia (-1,8 persen), Filipina (-1,5 persen), Thailand (-0,5 persen).

Febrio menjelaskan tingkat vaksinasi yang relatif rendah di negara berkembang juga dianggap memberikan risiko kerentanan terhadap kesinambungan pemulihan ekonomi ke depan.

"Meskipun outlook ekonomi global masih solid, namun risiko dan ketidakpastian masih sangat tinggi. Kehadiran varian Delta yang sangat menular membayangi upaya pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi di banyak negara," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran Cukai

Pemerintah Berikan Relaksasi Penundaan Pembayaran Cukai

Bisnis | Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:12 WIB

5 Fakta Indra Rudiansyah, Pemuda Indonesia Bantu Kembangkan AstraZeneca

5 Fakta Indra Rudiansyah, Pemuda Indonesia Bantu Kembangkan AstraZeneca

Sumsel | Selasa, 20 Juli 2021 | 10:32 WIB

Kekayaan Negara Tembus Rp 11.098 Triliun, Ini Rinciannya

Kekayaan Negara Tembus Rp 11.098 Triliun, Ini Rinciannya

Bisnis | Jum'at, 16 Juli 2021 | 15:23 WIB

Terkini

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB