Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:47 WIB
Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia melanjutkan reli kenaikan karena dipicu pemerintah Amerika Serikat (AS) yang batal mendorong untuk menaikkan produksi minyak mereka.

Mengutip CNBC, Kamis (12/8/2021) minyak mentah brent ditutup melesat 81 sen, atau 1,15 persen menjadi 71,44 dolar AS per barel, dan terus naik dalam volume yang tipis selama perdagangan pasca-setelmen.

Kenaikan tersebut mengikuti reli 2,3 persen pada penutupan Selasa. Di awal sesi, Brent turun ke posisi terendah 69,07 per barel dolar AS.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), ditutup melesat 96 sen, atau 1,41 persen menjadi 69,25 dolar AS per barel, setelah melambung 2,7 persen pada penutupan Selasa.

Harga minyak berjangka menetap lebih tinggi pada Rabu mengubah arah setelah pemerintahan Biden mengatakan tidak akan meminta produsen Amerika guna meningkatkan output minyak mentah, dan upaya untuk mendongkrak produksi OPEC adalah rencana jangka panjang.

Pasar juga didukung oleh laporan pemerintah yang menunjukkan pasokan minyak mentah Amerika turun pekan lalu, mengalihkan sorotan dari produksi Organisasi Negara Eksportir Minyak.

Minyak mentah berjangka Brent melonjak sekitar 35 persen tahun ini, didukung pembatasan pasokan yang dipimpin OPEC, bahkan setelah kontrak minyak acuan global itu, pekan lalu, mencatat kerugian mingguan tertajam dalam empat bulan di tengah kekhawatiran pembatasan aktivitas perjalanan untuk mengekang infeksi virus korona akan menekan permintaan.

Harga turun di awal sesi setelah Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mendesak OPEC dan mitranya untuk meningkatkan produksi.

Pasar berbalik arah setelah Gedung Putih kemudian mengatakan penjangkauannya kepada anggota OPEC dan sekutu penghasil minyaknya sedang berlangsung dan ditujukan untuk keterlibatan jangka panjang, belum tentu tanggapan langsung.

"Pemerintah menambahkan bahwa pihaknya tidak meminta produsen Amerika untuk meningkatkan produksi, yang menyebabkan pasar berbalik lebih tinggi," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

OPEC +, yang terdiri dari kartel tersebut dan sekutunya termasuk Rusia, sepakat pada Juli untuk meningkatkan output setiap bulan sebesar 400.000 barel per hari dari bulan sebelumnya, mulai Agustus, hingga sisa pengurangan produksinya dihapuskan.

Produsen secara bertahap mengurangi rekor pemotongan 10 juta barel per hari, sekitar 10 persen dari permintaan dunia, yang dibuat pada 2020 karena penggunaan minyak pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi.

Badan Informasi Energi (EIA), Selasa, mengatakan pertumbuhan lapangan kerja Amerika dan peningkatan mobilitas mendorong konsumsi bensin sepanjang tahun ini.

Rabu, data EIA menunjukkan stok minyak mentah turun minggu lalu, sementara persediaan bensin menyusut ke level terendah sejak November. Secara keseluruhan, persediaan minyak mentah menurun selama beberapa pekan karena meningkatnya permintaan.

Konsumsi bahan bakar Amerika, yang diukur berdasarkan produk yang dipasok, turun paling tajam dalam pekan terakhir, tetapi selama empat minggu terakhir, berada di 20,6 juta barel per hari, kira-kira sejalan dengan level 2019. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Bisnis | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:08 WIB

Harga Minyak Sawit Mentah Turun, Dampak Stok Berlebih dan Minyak Kedelai

Harga Minyak Sawit Mentah Turun, Dampak Stok Berlebih dan Minyak Kedelai

Batam | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:25 WIB

Covid Varian Delta Menyerang Lagi, Harga Minyak Anjlok

Covid Varian Delta Menyerang Lagi, Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:44 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB