Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Agustus 2021 | 08:30 WIB
Permintaan Diprediksi Melambat, Harga Minyak Dunia Turun
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada perdagangan akhir pekan lalu. Tekanan harga ini setelah International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pertumbuhan demand terancam dan produksinya melambat signifikan seiring lonjakan kasus virus corona di dunia memaksa penerapan lockdown kembali.

Mengutip CNBC, Senin (16/8/2021) minyak mentah Brent turun 21 sen atau 0,3 persen menjadi 71,10 dolar AS per barel, setelah turun 13 sen di sesi sebelumnya.

Sedangkan minyak mentah WTI turun 12 sen atau 0,2 persen menjadi 68,97 dolar AS per barel, setelah turun 0,2 persen pada hari Kamis.

"Perubahan tiba-tiba oleh IEA telah mengguncang saraf dan membatasi reli minyak, membawa pulang realitas dampak varian Delta," kata Jeffrey Halley, analis senior dari OANDA untuk Asia Pasifik.

Kenaikan permintaan minyak mentah terhenti pada bulan Juli dan akan meningkat pada kecepatan yang lebih lambat selama sisa tahun 2021 karena lonjakan infeksi varian Delta virus corona, kata IEA pada hari Kamis.

"Kami sekarang melihat pemulihan permintaan global terhenti bulan ini dengan permintaan minyak hanya mencapai 98,3 juta barel per hari (bph) pada Agustus dan rata-rata 97,9 juta barel per hari pada September, setara dengan rata-rata hampir 98 juta barel per hari pada Juli," papar tim riset JPM Commodities Research.

Demikian pula, Goldman Sachs telah mengurangi perkiraan defisit minyak global menjadi 1 juta barel per hari dari 2,3 juta barel per hari dalam jangka pendek karena permintaan akan menurun pada Agustus dan September.

Melihat di luar risiko jangka pendek varian virus Delta, kalangan investment banking masih memperkirakan pemulihan permintaan berlanjut seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi.

Sebaliknya, OPEC pada hari Kamis mempertahankan perkiraan rebound permintaan minyak secara global tahun ini dan pertumbuhan lebih lanjut pada tahun 2022, terlepas dari meningkatnya kekhawatiran tentang lonjakan infeksi COVID-19.

Dalam laporan bulanannya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) juga menaikkan ekspektasi pasokan tahun depan, yang berpotensi mengganggu upaya OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, untuk mencapai keseimbangan di pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:26 WIB

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Bisnis | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:47 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Bisnis | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:08 WIB

Terkini

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB