Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:26 WIB
Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Asia, Harga Minyak Turun
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan hari Kamis, setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan penyebaran varian Delta virus corona akan memperlambat pemulihan permintaan minyak global.

Mengutip CNBC, Jumat (13/8/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 13 sen menjadi 71,31 dolar AS per barel. Sebelumnya, Brent melesat setingginya 71,90 dolar AS per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berkurang 16 sen menjadi menetap di 69,09 dolar AS per barel.

Laporan bulanan pengawas energi internasional itu mengatakan peningkatan permintaan minyak berbalik arah pada Juli, dan akan berlanjut lebih lambat untuk sisa tahun ini setelah gelombang terbaru infeksi Covid-19 mendorong banyak negara untuk memberlakukan pembatasan lagi.

"Pertumbuhan untuk paruh kedua 2021 telah diturunkan lebih tajam, karena pembatasan Covid-19 terbaru yang diberlakukan di beberapa negara konsumen minyak utama, terutama di Asia, tampaknya akan mengurangi mobilitas dan penggunaan minyak," kata IEA yang berbasis di Paris.

"Kami sekarang memperkirakan permintaan turun pada Juli karena penyebaran cepat varian Delta Covid-19 mengganggu pengiriman di China, Indonesia, dan bagian lain di Asia," tambahnya.

IEA menempatkan penurunan permintaan bulan lalu di 120.000 barel per hari (bph) dan memperkirakan pertumbuhan akan menjadi setengah juta bph lebih rendah pada semester kedua dari ekspektasi bulan lalu, mencatat beberapa perubahan disebabkan oleh revisi data.

"Laporan IEA itu tampaknya menunjukkan kita akan melihat permintaan sedikit melemah karena wabah Covid dan karena itu akan mengurangi kemungkinan yang disebut siklus super dalam minyak," kata Phil Flynn, analis Price Futures Grup di Chicago.

Dalam laporan bulanannya yang juga dirilis Kamis, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) tetap berpegang pada prediksi pemulihan yang kuat dalam permintaan minyak dunia pada 2021 dan 2022, meski ada kekhawatiran tentang penyebaran virus tersebut.

Itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat mendesak OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, untuk meningkatkan produksi guna mengatasi kenaikan harga bensin, yang dilihatnya sebagai ancaman bagi pemulihan ekonomi global.

OPEC setuju pada Juli untuk meningkatkan produksi setiap bulan sebesar 400.000 bph dibandingkan bulan sebelumnya, mulai Agustus, hingga sisa pemotongan 10 juta bph, sekitar 10% dari permintaan dunia, yang dibuat pada 2020 dihapuskan.

"Pemerintahan Joe Biden mengatakan peningkatan produksi yang baru-baru ini disepakati tidak akan sepenuhnya mengimbangi pengurangan produksi sebelumnya yang diberlakukan selama pandemi," kata ANZ.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Biden Batal Dorong Kenaikan Produksi,Harga Minyak Lanjutkan Reli

Bisnis | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:47 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Harga Minyak Dunia Anjlok Khawatir Pembatasan Baru Virus Corona

Bisnis | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:08 WIB

Harga Minyak Sawit Mentah Turun, Dampak Stok Berlebih dan Minyak Kedelai

Harga Minyak Sawit Mentah Turun, Dampak Stok Berlebih dan Minyak Kedelai

Batam | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:25 WIB

Terkini

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB