Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Setelah Dikuasai Taliban, Begini Kondisi Perekonomian Afghanistan

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:53 WIB
Setelah Dikuasai Taliban, Begini Kondisi Perekonomian Afghanistan
Jalanan di Kota Kabul penuh dengan kendaraan dan manusia saat Taliban memastikan mengambil alih ibu kota Afghanistan itu pada Minggu (15/8/2021). (Foto: AFP)

Suara.com - Kondisi Afghanistan kini tidak baik-baik saja. Pasalnya, kini negara timur tengah itu dikuasai oleh Kelompok Taliban. Kelompok ini, sekarang telah menduduki Istana Presiden dan memimpin pemerintahan. 

Adanya aksi itu sangat berpengaruh pada semua sektor, mulai dari sosial, politik, dan tak terkecuali sektor ekonomi. 

Seperti dilansir BBC, ekonomi Afghanistan saat ini digambarkan sedang mengalami kerapuhan dan sangat bergantung pada bantuan. Gambaran ini juga sudah ditetapkan Bank Dunia sebelum Taliban kuasai negara.

Prospek ekonomi terlihat lebih genting, karena bantuan keuangan di masa mendatang juga tidak bisa dipastikan.

Padahal, Afghanistan memiliki sumber daya mineral yang cukup besar, tetapi situasi politik telah menghambat eksploitasi mereka.

Ketergantungan bantuan sangat mencolok. Pada tahun 2019, angka Bank Dunia menunjukkan bantuan pembangunan setara dengan 22 persen dari pendapatan nasional bruto.

Sekarang, aliran bantuan itu berada di jalur ketidakpastian yang mendalam. Bahkan, Menteri Luar Negeri Jerman Heike Maas mengatakan kepada penyiar ZDF pekan lalu, bahwa tidak memberi bantuan, setelah Afghanistan dikuasai Taliban.

"Kami tidak akan memberikan satu sen pun lagi jika Taliban mengambil alih negara dan memperkenalkan hukum Syariah," katanya.

Selain bantuan, investasi juga tak kunjung datang ke Afghanistan. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, tidak ada pengumuman dalam dua tahun terakhir tentang investasi

baca juga

Bank Dunia juga menggambarkan sektor swasta Afghanistan berbisnis dalam lingkup sempit. Pekerjaan terkonsentrasi di pertanian dengan produktivitas rendah, 60% rumah tangga mendapatkan penghasilan dari pertanian.

Lalu, Negara ini juga memiliki ekonomi gelap yang besar. Ada penambangan ilegal dan, tentu saja, produksi opium dan kegiatan terkait seperti penyelundupan. Perdagangan narkoba telah menjadi sumber pendapatan penting bagi Taliban.

Angka-angka untuk Afghanistan tidak dapat diandalkan, tetapi apa yang mereka tunjukkan, menurut Bank Dunia, adalah pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 9% dalam 10 tahun dari tahun 2003. Namun ekonominya terus melambat tingkat rata-rata 2,5% antara 2015 dan 2020.

Dalam waktu dekat, ada juga banyak ketidakpastian tentang stabilitas keuangan. Kerumunan orang telah mencoba untuk menarik uang mereka dari bank.

Afghan Islamic Press yang berbasis di Pakistan melaporkan seorang juru bicara Taliban menawarkan jaminan kepada pemilik bank, penukaran uang, pedagang dan pemilik toko bahwa kehidupan dan harta benda mereka akan dilindungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah RI Matangkan Rencana Evakuasi WNI dari Afghanistan

Pemerintah RI Matangkan Rencana Evakuasi WNI dari Afghanistan

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:37 WIB

Asal Usul Taliban: Siapa dan Mengapa?

Asal Usul Taliban: Siapa dan Mengapa?

Bekaci | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:21 WIB

Begini Kondisi 15 WNI di Afganistan yang Kini Dikuasai Milisi Taliban

Begini Kondisi 15 WNI di Afganistan yang Kini Dikuasai Milisi Taliban

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Terkini

Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah

Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda

Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:25 WIB

LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI

LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:23 WIB

BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum

BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum

Surakarta | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:22 WIB

BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT

BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT

Sumbar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21 WIB

BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli

BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:17 WIB

BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT

BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT

Jawa Tengah | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Lewat Fashion Show Ini, Luka Korban Kekerasan Seksual Diterjemahkan ke Dalam Busana

Lewat Fashion Show Ini, Luka Korban Kekerasan Seksual Diterjemahkan ke Dalam Busana

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:13 WIB

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:12 WIB

BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli

BRI Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bangun Posko Logistik BRI Peduli

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:10 WIB

×