Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Setelah Dikuasai Taliban, Begini Kondisi Perekonomian Afghanistan

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:53 WIB
Setelah Dikuasai Taliban, Begini Kondisi Perekonomian Afghanistan
Jalanan di Kota Kabul penuh dengan kendaraan dan manusia saat Taliban memastikan mengambil alih ibu kota Afghanistan itu pada Minggu (15/8/2021). (Foto: AFP)

Suara.com - Kondisi Afghanistan kini tidak baik-baik saja. Pasalnya, kini negara timur tengah itu dikuasai oleh Kelompok Taliban. Kelompok ini, sekarang telah menduduki Istana Presiden dan memimpin pemerintahan. 

Adanya aksi itu sangat berpengaruh pada semua sektor, mulai dari sosial, politik, dan tak terkecuali sektor ekonomi. 

Seperti dilansir BBC, ekonomi Afghanistan saat ini digambarkan sedang mengalami kerapuhan dan sangat bergantung pada bantuan. Gambaran ini juga sudah ditetapkan Bank Dunia sebelum Taliban kuasai negara.

Prospek ekonomi terlihat lebih genting, karena bantuan keuangan di masa mendatang juga tidak bisa dipastikan.

Padahal, Afghanistan memiliki sumber daya mineral yang cukup besar, tetapi situasi politik telah menghambat eksploitasi mereka.

Ketergantungan bantuan sangat mencolok. Pada tahun 2019, angka Bank Dunia menunjukkan bantuan pembangunan setara dengan 22 persen dari pendapatan nasional bruto.

Sekarang, aliran bantuan itu berada di jalur ketidakpastian yang mendalam. Bahkan, Menteri Luar Negeri Jerman Heike Maas mengatakan kepada penyiar ZDF pekan lalu, bahwa tidak memberi bantuan, setelah Afghanistan dikuasai Taliban.

"Kami tidak akan memberikan satu sen pun lagi jika Taliban mengambil alih negara dan memperkenalkan hukum Syariah," katanya.

Selain bantuan, investasi juga tak kunjung datang ke Afghanistan. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, tidak ada pengumuman dalam dua tahun terakhir tentang investasi

baca juga

Bank Dunia juga menggambarkan sektor swasta Afghanistan berbisnis dalam lingkup sempit. Pekerjaan terkonsentrasi di pertanian dengan produktivitas rendah, 60% rumah tangga mendapatkan penghasilan dari pertanian.

Lalu, Negara ini juga memiliki ekonomi gelap yang besar. Ada penambangan ilegal dan, tentu saja, produksi opium dan kegiatan terkait seperti penyelundupan. Perdagangan narkoba telah menjadi sumber pendapatan penting bagi Taliban.

Angka-angka untuk Afghanistan tidak dapat diandalkan, tetapi apa yang mereka tunjukkan, menurut Bank Dunia, adalah pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 9% dalam 10 tahun dari tahun 2003. Namun ekonominya terus melambat tingkat rata-rata 2,5% antara 2015 dan 2020.

Dalam waktu dekat, ada juga banyak ketidakpastian tentang stabilitas keuangan. Kerumunan orang telah mencoba untuk menarik uang mereka dari bank.

Afghan Islamic Press yang berbasis di Pakistan melaporkan seorang juru bicara Taliban menawarkan jaminan kepada pemilik bank, penukaran uang, pedagang dan pemilik toko bahwa kehidupan dan harta benda mereka akan dilindungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah RI Matangkan Rencana Evakuasi WNI dari Afghanistan

Pemerintah RI Matangkan Rencana Evakuasi WNI dari Afghanistan

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:37 WIB

Asal Usul Taliban: Siapa dan Mengapa?

Asal Usul Taliban: Siapa dan Mengapa?

Bekaci | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:21 WIB

Begini Kondisi 15 WNI di Afganistan yang Kini Dikuasai Milisi Taliban

Begini Kondisi 15 WNI di Afganistan yang Kini Dikuasai Milisi Taliban

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Terkini

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

×