Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 08:41 WIB
Presiden Jokowi Dorong Industri Porang Siap Ekspor Produk Olahan
Presiden Jokowi bersama Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke industri pengolahan porang di Madiun. (Dok: Kementan)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau industri pengolahan porang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Kamis, (20/8/2021). Pada kunjungan tersebut, Jokowi juga melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama tanda dimulainya perluasan pabrik pengolahan porang.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing porang dan turunannya. Sehingga industri pengolahan porang bisa semakin maju dan memberikan nilai, menyerap tenaga kerja serta mensejahterakan petani.

"Hari ini saya datang Kabupaten Madiun untuk melihat pabrik pengolahan porang PT Asian Prima Konjac yang menurut saya dari pengolahan yang ada dari PT Asia Prima ini memberikan nilai tambah yang baik utamanya kepada petani," ucap Jokowi dalam keterangan persnya usai meninjau pengolahan porang di Madiun, Kamis, (19/8/21).

Jokowi menilai, pengembangan porang memiliki nilai yang sangat besar dan pasar yang masih terbuka lebar untuk digarap dalam negeri melihat tingginya permintaan porang dipasar ekspor. Porang dapat diolah menjadi berbagai macam produk turunan diantaranya berupa beras, mie, kwetiau, bakso, sosis, es krim dan lainnya.

"Saya tadi menanyakan porang per hektare bisa menghasilkan berapa ton, disampaikan 1 hektar bisa menghasilkan 15 sampai 20 ton. Kemudian hasilnya per musim tanam yakni di musim tanam pertama itu bisa sampai 40 juta dalam kurun 8 bulan,"terang Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan, porang selain memiliki potensi ekspor juga dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat pengganti beras sebagai pangan pokok. Upaya ini juga sejalan dengan program diversifikasi pangan yang sedang didorong pemerintah.

"Kita tahu porang ini akan menjadi makanan masa depan karena low calorie, low carbo dan juga rendah kadar gula hingga saya kira ini akan menjadi makanan sehat di masa depan. Ini juga bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat karena kadar gulanya sangat rendah," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengingatkan kepada Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo untuk secara serius menggarap porang baik dari hulu maupun hilir. Diharapkan, Indonesia akan mengekspor porang dalam bentuk produk olahan bukan mentahan sehingga nilai produk meningkat.

"Kita harapkan kita tidak akan mengekspor porang dalam bentuk mentahan tapi seperti yang  kita lihat tadi di sini ini sudah setengah jadi ini bisa menjadi tepung dan InsyaAllah tahun depan sudah menjadi barang jadi itu menjadi beras porang,"tegas Presiden.

Di kesempatan yang sama, SYL mengatakan, sesuai arahan Presiden jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya mempersiapkan pangan dasar dan pangan utama namun loncatan melalui inovasi dalam sektor pertanian utamanya ditengah pandemi Covid-19.

"Ada dua pilihan Bapak Presiden untuk didorong maksimal antara lain komoditi porang dan yang kedua sarang burung walet. Dan hari ini tentu saja seperti apa harapan Bapak Presiden budidayanya porang kita kembangkan," ucapnya.

Untuk menjamin kesinambungan pasar porang baik di dalam maupun di luar negeri, maka tata kelola porang mulai hulu, budidaya hingga hilir harus ditangani dalam wadah ekosistem yang baik, dalam skala ekonomi. Sebagai komoditas komersial bernilai tinggi, proses budidaya porang dan membangun industri terus di dorong.

"Harga porang sekarang bagus tetapi kita tidak boleh bergantung pada ekspor. Oleh karena itu mengolah produk turunan porang harus dilakukan sendiri di Indonesia. Bapak Presiden menegaskan umbi porang tidak boleh diekspor keluar tapi harus di olah dulu,"terang SYL.

Mentan menjelaskan bahwa ekspor produk porang saat pada tahap hilirisasi dalam bentuk chips dan tepung dan saat ini dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan produk olahan dalam bentuk beras. Diketahui harga beras porang dipasaran sangat mahal contohnya harga beras porang shiratake melebihi 200 ribu rupiah per kg dan peluang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah.

"Kita pasti bisa melakukan ini dan hari ini PT Asia Prima Konjac sepakat akan mengekspan industrinya dari chips dan tepung porang akan dihirilisasi pada beras yang ada dan mudah-mudahan tahun depan awal-awal tahun depan Asia Prima sudah bisa menerobos menghadirkan beras. Kita berharap tidak hanya sampai di Madiun tetapi pengembangan di budidaya, pengelolahan, sampai dengan market merata secara nasional dan ekspor bisa kita lakukan di masa yang akan datang,"tutup syl.

Perlu diketahui, saat ini sentra porang terluas di ada di daerah Jawa Timut, NTT, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Barat,dll. Luas eksisting porang tahun 2020 sebesar 19.950 ha dan di 2021 mencapai 47.461 ha yang tersebar di 15 provinsi dan ditargetkan maksimal 2024 menjadi 100.000 ha didukung industri hilir/olahan dan pasarnya.

Rencana target tanam porang di tahun 2021 sebesar 10.000 ha tersebar di Provinsi Aceh 1.000 ha, Jawa Barat 1.000 ha, Jawa Tengah 1.500 ha, Jawa Timur 3.000 ha, NTT 1.000 ha, NTB 500 ha dan Sulsel 2.000 ha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Kerap Dapat Kritik Tak Beretika, Megawati Prihatin sampai Nangis

Jokowi Kerap Dapat Kritik Tak Beretika, Megawati Prihatin sampai Nangis

Riau | Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:53 WIB

Megawati ke Jokowi : Bapak Tegar saja, Kami di Belakang Bapak

Megawati ke Jokowi : Bapak Tegar saja, Kami di Belakang Bapak

Sulsel | Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:01 WIB

Hasto Kristiyanto : PDIP Semakin Kokoh Mendukung Penuh Pemerintahan Jokowi

Hasto Kristiyanto : PDIP Semakin Kokoh Mendukung Penuh Pemerintahan Jokowi

Sulsel | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:55 WIB

Megawati Prihatin Sampai Menangis Lihat Presiden Jokowi, Ini Alasannya

Megawati Prihatin Sampai Menangis Lihat Presiden Jokowi, Ini Alasannya

Sulsel | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:36 WIB

KSP Sebut Data Covid-19 Daerah dan Pusat Tak Sinkron karena Kepentingan Politik

KSP Sebut Data Covid-19 Daerah dan Pusat Tak Sinkron karena Kepentingan Politik

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:06 WIB

Singgung Kemandirian Indonesia, Politisi PDIP:  Birokrasi Terjajah Kepentingan Asing

Singgung Kemandirian Indonesia, Politisi PDIP: Birokrasi Terjajah Kepentingan Asing

Banten | Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:45 WIB

Terkini

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB