Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Ternyata Memiliki Manfaat untuk Penderita Asma

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 06 September 2021 | 07:05 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Ternyata Memiliki Manfaat untuk Penderita Asma
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Suara.com - Polusi dan buruknya kualitas udara belakangan ini sering membuat asma seseorang kambuh, apakah itu asmanya tergolong ringan ataupun berat. Salah satu solusi untuk bisa mencegah kambuhnya asma ialah sesekali menghindari polusi dan menghirup udara pantai yang punya banyak manfaat kesehatan bagi penderita asma.

dr. Wahyuningsih Suharno, SpP selaku dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, menjelaskan bahwa alasan udara pantai baik bagi penderita asma karena udaranya memiliki kadar oksigen yang tinggi dan juga bersih. Sehingga penyandang asma pun mendapat asupan oksigen yang tinggi dan membuat asmanya terkontrol.

“Hasil penelitian di Jerman dan Inggris menyimpulkan hal itu. Karena, udara pantai sedikit memiliki serbuk sari -- yang menjadi pencetus asma seseorang kambuh -- dan angin yang bertiup di pantai bisa mengusir beberapa alergen dan penyebab iritasi pada pernapasan,” terangnya dalam acara webinar bertema Manfaat Udara Segar Bagi Penderita Asma: Untuk Medis & Non-Medis, di Jakarta, ditulis Senin (6/9/2021).

Ia juga menambahkan bahwa fisiologi lingkungan di pantai juga bisa mengurangi stres sehingga membuat seseorang bisa mengontrol asmanya.

“Seperti diketahui salah satu pencetus asma itu adanya ketegangan emosi atau stres, nah saat berada di pantai itu biasanya untuk hiburan tau jalan-jalan, alhasil bisa membuat pikiran akan rileks. Karenanya, kekambuhan asma bisa berkurang,” terang dokter Wahyu.

Pantainya sendiri harus pantai yang bebas polusi dan tidak bisa sembarang pantai, tambah Dokter Wahyu. Jika pantainya terlalu dekat dengan kota, biasanya udaranya sudah tercemar polusi.

Sehingga jika penyandang asma ingin pergi ke pantai untuk mendapatkan udara pantai yang bersih dan kadar okisgennya tinggi, perlu memastikan dulu lokasi pantainya.

Sementara itu, Dr. Iskandar Adisapoetra M.Sc selaku Dewan Pakar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), menerangkan, pentingnya berolahraga secara teratur agar bisa penyandang asma kian bisa mengontrol asma.

Karena, saat penderita asma rutin berolahraga maka stamina tubuhnya akan bagus, plus dia menghindari pencetus asmanya kambuh, maka otomatis risiko asma kambuh menurun, karena salah satu pencetus asma kambuh adalah kelelahan.

“Berjalan kaki santai, yoga, berenang, senam asma, bersepeda santai adalah rekomendasi olahraga yang bisa dipilih oleh pengidap asma, dengan frekuensi 3-5 kali per minggu,” terang Dede Hidayat, SSt.FT, SKM selaku Ketua Bidang Olahraga Yayasan Asma Indonesia - DKI Jakarta.

Dan salah satu tempat wisata pantai yang recommended bagi penderita asma untuk menghirup udara pantai yang segar ialah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Banten.

Karena Tanjung Lesung merupakan sebuah kawasan resort terbesa dengan luas 1.500 hektar dan dikelilingi banyak pantai, yaitu Pantai Tanjung Lesung, Pantai Ladda, Pantai Bodur.

“Dari banyaknya pantai di Tanjung Lesung, penyandang asma tak hanya bisa mendapatkan udara pantai yang segar tapi juga bisa menikmati banyak aktivitas seru yang ada di Tanjung Lesung. Mulai dari bersepeda keliling kawasan, berenang di tepi pantai, main kayak, jetski, speed boat, snorkeling, main golf dan mengunjungi pusat kebudayaan mongolia yang cuma ada satu satunya di Asia tenggara, atau keliling pulau-pulau di sekitar Tanjung Lesung,” urai Djoko Saylendroselaku Head of Sales & Marketing Tanjung Lesung.

Untuk akomodasi sangat lengkap, tersedia 85 villa dan cottage modern dan semua berada di ruang terbuka. Di mana ruang terbuka di situasi pandemi amat penting demi keamanan dan kenyamanan. Adapun waktu perjalanan ke Tanjung Lesung hanya 4 jam memakai mobil pribadi dari Jakarta.

“Tapi jika Tol Serang-Panimbang selesai pada 2023 nanti, waktu perjalanan ke Tanjung Lesung hanya menjadi sekitar dua jam. Dan Tanjung Lesung sendiri diproyeksikan akan ramai dan menjadi primadona wisata atau investasi. Persis seperti Bandung saat belum ada tol, dan saat ada tol, Bandung berkembang pesat hingga seperti sekarang,” urai Djoko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Destinasi Wisata Banten, Cocok Dikunjungi Akhir Pekan

7 Destinasi Wisata Banten, Cocok Dikunjungi Akhir Pekan

Banten | Sabtu, 04 September 2021 | 10:50 WIB

Para Investor di KEK Kendal Bakal Dapat Tax Holiday dari Pemerintah

Para Investor di KEK Kendal Bakal Dapat Tax Holiday dari Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 13:56 WIB

Mengintip Keseruan Festival Tempe di Tanjung Lesung

Mengintip Keseruan Festival Tempe di Tanjung Lesung

Bisnis | Senin, 23 Agustus 2021 | 06:21 WIB

Terkini

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:42 WIB

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:43 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB